Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Pertumbuhan Ekonomi RI Diperkirakan Turun hingga -0,4%

Ekonomi pertumbuhan ekonomi
Nur Azizah • 15 Mei 2020 18:22
Jakarta: Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan turun drastis. Perekonomian Indonesia diperkirakan hanya mencapai 2,3 persen atau yang terburuk yakni -0,4 persen.
 
"Kegiatan ekonomi kita banyak sekali yang tidak bisa kita lakukan dalam berapa bulan ke belakang. Estimasi pertumbuhan ekonomi kita akan melambat dari yang kita rencanakan," kata Askolani di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Askolani mengatakan dampak ekonomi ini akan berpengaruh pada tingkat pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Bila ini terus terjadi, maka angka kemiskinan akan meningkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4,5-5,5% di 2021
 
Berdasarkan perhitungan Kemenkeu, angka pengangguran akan naik sekitar 2,92 juta hingga 5,2 juta orang. Kemudian angka kemiskinan naik 1,16 juta hingga 3,78 juta orang.
 
"Eskalasi covid-19 dan perlambatan ekonomi yang tajam harus di mitigasi dampaknya pada kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan extraordinary," ujar dia.
 
Askolani menuturkan dengan berbagai langkah extraordinary Pemerintah berupaya menjaga agar pertumbuhan dan dampak kesejahteraan tidak menuju skenario sangat berat. Langkah extraordinary yang dimaksud dengan memberikan relaksasi pajak pada perusahaan dan relaksasi ekonomi pada masyarakat.
 
Bantuan bisa diberikan dalam bentuk bantuan sosial berupa paket sembako, bantuan langsung tunai, potongan harga untuk tarif listrik, hingga relaksasi cicilan bagi pengemudi ojek online. Program jaring pengaman yakni peniadaan bunga pada cicilan hingga bantuan intensif perumahan.
 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif