Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Menkeu Dukung Langkah BI Turunkan Suku Bunga

Ekonomi bank indonesia suku bunga
Husen Miftahudin • 12 Juni 2019 19:18
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendukung langkah Bank Indonesia (BI) melakukan penyesuaian suku bunga acuan atau BI 7-Days Repo Rate. Langkah tersebut diyakini mampu menjaga kondisi perekonomian dalam negeri dari risiko pelemahan ekonomi global.
 
Gejolak ekonomi global membuat pemerintah bersama bank sentral akan tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi domestik. Oleh karena itu, penurunan suku bunga acuan diyakini mampu mendongrak investasi yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Kita tentu sangat menghargai langkah yang dilakukan BI dalam rangka bersama-sama dengan pemerintah pada saat kondisi trubulance. Saya rasa BI juga kan melakukan adjustment atau melakukan penyesuaian situasi moneternya," ujar Sri Mulyani di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini suku bunga acuan berada di level enam persen. Tingkat suku bunga tersebut sudah bertahan selama tujuh bulan, dari November 2018. Keputusan mempertahankan suku bunga dinilai sejalan dengan upaya untuk menjaga stabilitas eksternal perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.
 
Selain upaya pelonggaran suku bunga, lanjut dia, BI juga akan melakukan penyesuaian kebijakan makroprudensial. Menurut Sri Mulyani, kedua upaya tersebut diharapkan bisa menjaga stabilitas perekonomian domestik.
 
"Dua-duanya sangat berguna dalam membantu perekonomian kita. Jadi kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh Pak Perry (Gubernur BI)," ungkap dia.
 
Bank Indonesia sebelumnya membuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif, sejalan dengan rendahnya inflasi dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Dengan demikian, bank sentral secara eksplisit bisa memangkas suku bunga acuan ke depannya.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan arah kebijakan akomodatif tersebut akan diambil dengan memperhatikan sejumlah perkembangan. Di antaranya kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian domestik.
 
"BI akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia, dalam mempertimbangkan terbukanya ruang kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya inflasi dan perlunya mendorong ekonomi dalam negeri," jelas Perry.
 
Sejalan dengan ini, BI juga masih terus menjalankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif melalui berbagai instrumen, termasuk financing to funding ratio.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif