Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

BI Diramal Pangkas Suku Bunga di Kuartal II-2020

Ekonomi bank indonesia suku bunga
Husen Miftahudin • 11 Februari 2020 15:59
Jakarta: Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja yakin Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day (Reverse) Repo Rate pada kuartal II-2020. Sebab, bank sentral masih memiliki ruang penurunan suku bunga.
 
"BI rate kita melihat turun di kuartal kedua atau minimal mengikuti The Fed. Kan BI selalu ikutin The Fed," ujar Freddy dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Meskipun Ketua Federal Reserve Jerome Hayden Powell menyatakan Fed Fund Rate bergerak datar dan tak ada perubahan di 2020 ini, namun Freddy optimistis bank sentral Amerika Serikat (AS) itu bakal mengubah arah kebijakannya dengan menurunkan suku bunga acuan mereka.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang Jay Powell bilang sudah flat tahun ini, tapi kami melihat bisa turun satu kali lagi. Jadi (suku bunga BI turun) di kuartal kedua," tegas dia.
 
Menurutnya, secara global tren suku bunga rendah masih akan berlanjut tahun ini. "Kami tidak melihat The Fed menaikkan dengan cepat, atau mungkin gara-gara virus korona. (Suku bunganya) bisa turun lagi," tambahnya.
 
Sementara itu, sambung Freddy, pasar keuangan Asia terutama di negara-negara berkembang (emerging market) akan menjadi favorit investor untuk menanamkan modalnya ketimbang negara-negara maju.
 
"Kami perkirakan Asia akan lebih oke dibandingkan negara-negara maju. Emerging market menopang pertumbuhan ekonomi dunia," tutur Freddy.
 
Di tahun lalu, Bank Indonesia telah menurunkan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate sebanyak 100 basis points (bps). Secara berturut-turut bank sentral menurunkan suku bunga acuannya sejak Juli hingga Oktober 2019, dari posisi enam persen ke level lima persen.
 
Teranyar, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Januari 2020, BI 7-Day (Reverse) Repo Rate ditahan di posisi lima persen. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility di level 4,25 persen dan suku bunga lending facility sebesar 5,75 persen.
 
Bank Indonesia mengklaim kebijakan moneter ini tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
 

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif