Ilustrasi pertumbuhan utang Indonesia selama pandemi - - Foto: dok Medcom
Ilustrasi pertumbuhan utang Indonesia selama pandemi - - Foto: dok Medcom

Utang RI Naik Selama Pandemi, Termasuk yang Paling Terkendali dan Produktif

Ekonomi Utang Luar Negeri Sri Mulyani surat utang Kementerian Keuangan pinjaman luar negeri pandemi covid-19 Utang
Eko Nordiansyah • 27 Januari 2022 14:07
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut defisit fiskal dan utang Indonesia termasuk yang paling terkendali dan produktif. Bahkan pemerintah mampu mendorong perekonomian pulih kembali ke level pra-pandemi.
 
Menurut Menkeu, Indonesia merupakan salah satu negara yang level PDB-nya sudah kembali ke era sebelum pandemi. Hal ini terlihat dari indeks PDB riil 2021 terhadap 2019, Indonesia berada di level 101,1 atau hanya di bawah Tiongkok dan Vietnam.
 
"Indonesia termasuk dari sedikit negara yang telah mencapai GDP pre-covid level 101,1, yaitu sudah di atas 100. Kita lihat kalau dibandingkan emerging country lain hanya beberapa negara yang sudah mencapai," kata dia dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Kamis, 27 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut juga didukung oleh defisit fiskal yang relatif terkendali dibandingkan negara berkembang lain. Akumulasi defisit Indonesia selama dua tahun pandemi covid-19, berada di minus 10,8 persen dari PDB.
 
"Penggunaan APBN dari sisi naiknya defisit dalam rangka untuk countercyclical, Indonesia dalam dua tahun, 2020-2021 menambah defisit 10,8 persen. Bandingkan negara lain Malaysia, Thailand, Filipina  defisit mereka melonjak di atas 10 persen," ungkapnya.
 
Ia menambahkan, kenaikan defisit ini tentunya berujung pada kenaikan tingkat utang di sejumlah negara berkembang. Namun lagi-lagi kondisi Indonesia dinilai lebih terjaga pada tingkat moderat dibandingkan negara berkembang lainnya.
 
"Ini adalah suatu cara untuk melihat apakah policy design yang kita lakukan relatif bekerja secara cukup baik dan efektif untuk menangani covid dan dampak ke perekonomian," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif