Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)
Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Industri Manufaktur Indonesia Sumbang PDB Tertinggi di ASEAN

Ekonomi ekonomi indonesia kementerian perindustrian industri manufaktur
10 Januari 2019 14:04
Jakarta: Trading Economics melansir pada kuartal III-2018, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang berasal dari industri manufaktur sebesar USD39,7 miliar. Dengan kata lain, PDB sektor manufaktur Indonesia ini merupakan yang terbesar di kawasan ASESN.

"Ketidakpastian global ini berdampak tidak hanya pada Indonesia, tetapi juga negara-negara lain. Namun demikian, kinerja industri dan ekonomi nasional masih mencatatkan kinerja positif," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 10 Januari 2019.

PDB manufaktur Indonesia kemudian disusul oleh Thailand pada posisi kedua dengan porsi mencapai USD22,5 miliar, kemudian diikuti Malaysia USD17,2 miliar, Singapura USD16 miliar, Vietnam USD8,2 miliar, Filipina USD8,2 miliar, Kamboja USD2,8 miliar, Laos USD1,1 miliar, dan Brunei Darussalam USD0,5 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Kemenperin juga mencatat, sektor industri pengolahan nonmigas periode di 2015-2018 mengalami kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,87 persen dan masih sebagai sektor yang berkontribusi paling besar terhadap PDB nasional, dengan setoran hingga 17,66 persen pada 2018. "Pada 2015, sektor industri pengolahan nonmigas menyumbang sebesar Rp2.098,1 triliun terhadap PDB nasional, meningkat menjadi Rp2.555,8 triliun di 2018 atau setara dengan 21,8 persen," ungkap Ngakan.

Dengan konsistensi kontribusi yang tertinggi tersebut, pemerintah berkomitmen lebih memacu pengembangan industri manufaktur melalui pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0. "Aspirasi besar dari peta jalan itu, menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada 2030," imbuhnya.

Merujuk proyeksi jangka panjang yang dirilis oleh Standard Chartered Plc, Indonesia mampu masuk menjadi negara dengan perekonomian keempat terbesar di dunia pada 2030, dengan PDB mencapai USD10,1 triliun.

Posisi pertama ditempati Tiongkok dengan nominal PDB mencapai USD64,2 triliun, disusul India USD46,3 triliun, dan Amerika Serikat USD31 triliun. Indonesia mampu melampaui Turki USD9,1 triliun, Brasil USD8,6 triliun, Mesir USD8,2 triliun, Rusia USD7,9 triliun, Jepang USD7,2 triliun, dan Jerman USD6,9 triliun.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi