Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

BI Libatkan Peran Ulama Tekan Inflasi

Ekonomi inflasi bank indonesia
Ilham wibowo • 10 Mei 2019 20:54
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melakukan beragam cara untuk tetap menstabilkan harga kebutuhan pokok di masyarakat. Keterlibatan para ulama pun telah dilakukan dalam menekan angka inflasi selama bulan Ramadan.
 
Deputi Gubenur BI Rosmaya Hadi mengatakan tim pengendali inflasi daerah (TPID) telah bergerak menggunakaan konsep ciri khas karakteristik daerah. Hal tersebut untuk mencapai target nilai inflasi 2019 secara keseluruhan pada angka 3,1 persen.
 
"Beberapa daerah punya konsep stabilkan inflasi. BI sekarang dekat dengan para ulama dalam ceramahnya seperti di Jawa Barat," kata Rosmaya dalam pemaparan di kantor BI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Strategi stabilisasi harga bahan pokok yang telah dikaji ekonomi BI kemudian dituangkan lewat ceramah para ulama. Masyarakat yang mendengar pun bisa dengan mudah dipahami.
 
"Disasarkan pada konsumen, ada edukasi mengenai harga agar tidak melonjak. Belanja pakai ditawar lalu tidak hanya di depan tapi juga ke belakang (jongko pasar)," paparnya.
 
Ceramah para ulama yang membawa misi stabilisasi harga juga ditujukan untuk para penjual. Pencerahan dilakukan agar kenaikan harga yang kerap terjadi pada Ramadan dan jelang Lebaran tidak dilakukan secara sepihak untuk keuntungan semata.
 
"Lebaran tidak usah naikkan harga, diketuk hatinya para penjual lewat para ulama. Satu minggu pertama monitoring inflasi masih on the track," ungkapnya.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menyampaikan kenaikan harga yang terjadi pada Mei 2019 disebabkan lantaran faktor musiman. Angka inflasi tahunan diprediksi masih tetap terkendali.
 
Menurut Perry faktor musiman ini akan menjadi perhatian khusus terutama dalam menjaga nilai inflasi secara bulanan. Ia memastikan kenaikan harga yang terjadi juga bukan lantaran faktor fundamental.
 
"Kami melihat itu adalah faktor-faktor yang musiman lebih musiman bukan merupakan faktor yang fundamental, kalau dari sisi faktor fundamental itu kan kelihatan di inflasi intinya yang tetap rendah," ungkapnya, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Nilai inflasi 2019 bahkan diproyeksikan menurun pada angka 3,1 persen dari target semula senilai 3,5 persen. Tim pengendali inflasi pusat akan terus berkoordinasi dengan tim di daerah dalam mencermati dan mewaspadai kenaikan harga pangan.
 
"Secara keseluruhan kami masih tetap berpandangan inflasi rendah dan terkendali, kami juga masih melihat proyeksi kedepan itu akan tetap rendah," ujarnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif