Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Riset SigmaPhi: Ekonomi RI Kuartal III Masih Lebih Baik dari Kuartal II

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi apbn Ekonomi Indonesia
Medcom • 16 Oktober 2020 13:36
Jakarta: Lembaga riset kebijakan dan data analisis SigmaPhi memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh positif secara kuartalan pada kuartal III-2020 sebesar 5,30 persen.
 
Peneliti senior SigmaPhi Jerry Marmen P.hD mengatakan secara tahunan (year on year), SigmaPhi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia minus -3,27 persen pada kuartal III, membaik dari kuartal II yang sebesar minus -5,33 persen (YoY). Pada akhir 2020, SigmaPhi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali membaik menjadi minus -1,95 persen (YoY) dan minus -0,40 persen secara kuartalan.
 
"SigmaPhi memproyeksi pertumbuhan ekonomi positif secara tahunan dan kuartal mulai awal hingga akhir 2021. Sumber utama pertumbuhan ekonomi pada 2020 dan 2021, masih berasal dari kekuatan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun komponen konsumsi rumah tangga, investasi, maupun ekspor yang mulai pulih," jelas dia dalam analisisnya, Jumat, 16 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Simulasi pertumbuhan ekonomi ini dilakukan dengan menggunakan injeksi APBN sebagai sumber pembiayaan pengeluaran pemerintah, serta injeksi guncangan konsumsi dan penurunan jumlah pekerja akibat pandemi covid-19.
 
"Proyeksi tersebut dibuat dengan menggunakan pendekatan Computable General Equilibrium (CGE) yang dilakukan oleh peneliti SigmaPhi," tambah dia.
 
Selain itu, kata dia, proyeksi tersebut juga dibuat berdasarkan dua skenario. Skenario pertama, diasumsikan penanganan covid-19 menunjukkan hasil yang baik. Serta pada 2021 tidak dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat seperti 2020, sehingga perekonomian akan membaik dari sisi konsumsi, investasi, ekspor, dan impor.
 
Skenario kedua mengasumsikan bahwa pada triwulan II-2021 kembali dilakukan PSBB secara ketat seperti pada 2020. Situasi guncangan perekonomian nasional pada triwulan II-2021 diasumsikan mirip seperti yang terjadi pada triwulan II-2020.
 
Tingkat kemiskinan secara nasional pada semester II-2020, diperkirakan sebesar 10,05 persen atau 26,86 juta orang, meningkat dari 9,41 persen atau 25,14 juta orang dari Maret 2019. Pada 2021 diperkirakan masih di level 10 persen, yakni 10,02 persen pada semester I dan 10,01 persen pada semester II.
 
Sedangkan tingkat pengangguran pada Agustus 2020 diperkirakan masih sebesar 7,80 persen (10,77 juta orang), kemudian menurun pada Februari dan Agustus 2021 masing-masing sebesar 7,21 persen (9,94 juta orang) dan 6,20 persen (8,55 juta orang).

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif