Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Kondisi Global Diprediksi Dukung Penguatan Rupiah

Ekonomi rupiah bank indonesia kurs rupiah
Eko Nordiansyah • 23 Maret 2019 18:38
Yogyakarta: Bank Indonesia (BI) optimistis mata uang rupiah bakal menguat di tahun ini. Bank sentral menilai penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dipengaruhi oleh ketidakpastian global yang diperkirakan akan mereda.
 
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan selama 2018 pelemahan rupiah banyak disebabkan oleh faktor global. Misalnya penaikan suku bunga AS oleh the Fed, perang dagang AS dan Tiongkok, serta dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).
 
"Dari tiga faktor ini, setidaknya di 2019 ini satu hal sudah lebih jelas. Seperti hasil FOMC di 21 Maret, memberi sinyal semakin jelas bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga, setidaknya untuk 2019 ini," kata dia, di Hotel JW Marriott Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan arah kebijakan the Fed yang sudah jelas akan mendukung stabilitas rupiah. Meski demikian, penguatan rupiah juga bakal dipengaruhi oleh situasi ekonomi global yang diperkirakan melemah, ditandai dengan pelemahan ekonomi di sejumlah negara maju.
 
"Hari Jumat data ekonomi Jerman keluar. Data manufaktur memang menunjukkan adanya kemerosotan. Demikian juga di Prancis. Tapi berdasarkan beberapa referensi itu (rupiah) akan kembali menguat di akhir 2019," jelas dia.
 
Selain itu, BI menilai penguatan rupiah akan didukung oleh faktor dalam negeri yang membaik. Hal ini bisa dilihat dari inflasi yang terjaga, pertumbuhan ekonomi yang positif, hingga defisit transaksi berjalan (CAD) yang diprediksi bakal lebih rendah.
 
Menurut Nanang inflasi diprediksi berada di bawah tiga persen karena inflasi inti yang rendah. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi, diyakini bakal berada di atas lima persen.
 
"CAD mungkin di kuartal II akan sedikit meningkat, tapi overall di 2019 seharusnya bisa mendekati 2,5 persen, dengan berbagai upaya dari pemerintah dan BI. Jadi dari sisi stabilitas akan lebih baik dari 2018. Secara fundamental stabilitas di 2019 lebih baik," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif