BI Kucurkan Rp15 Triliun untuk Serap Surat Utang Pemerintah

Eko Nordiansyah 22 Juni 2018 12:12 WIB
bank indonesiasurat utang
BI Kucurkan Rp15 Triliun untuk Serap Surat Utang Pemerintah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Irfan)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan anggaran lebih dari Rp15 triliun untuk membeli surat berharga negara (SBN) sejak awal tahun hingga saat ini (year to date).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari tekanan gejolak ekonomi global terutama yang terjadi di Amerika Serikat.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Nanang Hendarsah mengatakan dari jumlah tersebut Rp1,25 triliun dikucurkan Kamis, 20 Juni 2018 melalui pasar sekunder.

"Beli di sekunder kemarin Rp1,25 triliun, year to date sudah Rp15 triliun lebih," kata Nanang di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Juni 2018.

Dia mengatakan selama ini BI masuk melalui pasar primer namun jika kondisi pasar keuangan tertekan dan terjadi arus modal keluar (outflow) yang cukup besar maka memungkinkan bank sentral untuk masuk di pasar sekunder SBN.

Nanang mengatakan pergerakan mata uang Garuda akhir-akhir ini dinilai cenderung overshoot yang mana terjadi outflow sebesar Rp2,75 triliun. Oleh karenanya BI langsung menyerap melalui SBN untuk menjaga stabilitas.

"Maka setengahnya kita beli. Pokoknya kalau arus modal ke luar kita beli. Pokoknya sepanjang rupiahnya volatile BI akan selalu ada di market. Tenang saja," jelas dia.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360