Boediarso Teguh Widodo (membelakangi kamera) saat berbincang dengan Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)
Boediarso Teguh Widodo (membelakangi kamera) saat berbincang dengan Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)

Sri Mulyani Ibaratkan Boediarso sebagai 'Kamus Hidup' APBN

Ekonomi kementerian keuangan
Suci Sedya Utami • 27 Juni 2018 09:06
Jakarta: Boediarso Teguh Widodo resmi melepas jabatannya sebagai Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Boed, begitu sapaan akrab dirinya, telah memasuki masa purnabakti sebagai pegawai negeri sipil.

Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menganggap Boed tidak pensiun. Ani mengatakan Boed ditugaskan menjadi widyaiswara sebutan bagi PNS yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS pada lembaga pendidikan dan pelatihan.

Dirinya menyebut Boed sebagai sosok yang berharga di Kemenkeu karena memiliki pengetahuan yang mumpuni serta merupakan pejabat karir yang bersinar di Kemenkeu hingga menjadi Dirjen Perimbangan Keuangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Pak Boediarso seperti kamus hidup mengenai APBN dan APBD. Begitu berharganya, apa yang telah dilakukan oleh Pak Boediarso tidak hanya untuk Kemenkeu tapi untuk Indonesia. Saya ingin sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya," kata Ani saat melantik dan menyaksikan serah terima jabatan dengan pejabat yang baru, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Juni 2018. Untuk jabatan Boed saat ini sebagai widyaiswara, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berpesan agar terus memanfaatkan pengalaman dan pengetahuannya mengenai ilmu keuangan negara pada pejabat dan pegawai pemerintah terutama di lingkungan Kemenkeu.

"Untuk terus menekuni dan menyumbang pengetahuan dan pengalamannya tentang bagaimana mengelola keuangan negara," jelas Ani.

Sementara untuk posisi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan selanjutnya dijabat oleh Astera Primanto Bakti yang sebelumnya menjabat sebagai Badan Pendidikan Pelatihan dan Keuangan (BPPK).


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi