Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

BI: Realisasi Investasi Kuartal III-2021 Merosot

Ekonomi Bank Indonesia investasi Ekonomi Indonesia realisasi investasi
Husen Miftahudin • 14 Oktober 2021 11:20
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi investasi pada kuartal III-2021 turun dan berada pada fase kontraksi dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar minus 1,74 persen. Angka itu lebih rendah dari kuartal sebelumnya dengan SBT sebesar 2,94 persen, dan lebih rendah dibandingkan SBT minus 1,27 persen pada kuartal III-2020.
 
"Berdasarkan sektor ekonomi, penurunan realisasi kegiatan investasi pada kuartal III-2021 terindikasi terjadi pada sektor Industri Pengolahan dan Jasa-jasa dengan SBT masing-masing sebesar minus 1,30 persen dan minus 0,66 persen," ungkap hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Kuartal III-2021, dikutip Kamis, 14 Oktober 2021.
 
Sementara itu, sektor Konstruksi tercatat mengalami perbaikan meski masih dalam fase kontraksi dengan SBT minus 0,11 persen. Adapun kegiatan investasi pada kuartal IV-2021 diprakirakan meningkat dengan SBT sebesar 5,53 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini didorong oleh pertumbuhan beberapa sektor seperti sektor Pertambangan dan Penggalian (SBT 5,82 persen) antara lain sejalan dengan peningkatan tambahan rig pengeboran dan pembelian alat berat," papar Bank Indonesia.
 
Di sisi lain, kapasitas produksi terpakai pada kuartal III-2021 tercatat turun sejalan dengan kinerja kegiatan usaha yakni sebesar 73,30 persen, atau lebih rendah dibandingkan 75,33 persen pada kuartal II-2021, meski masih lebih tinggi dibandingkan 71,77 persen pada kuartal III-2020 saat awal covid-19.
 
Kapasitas produksi terpakai mengalami penurunan pada mayoritas sektor Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan dan Listrik, serta Gas dan Air Bersih sejalan dengan penurunan kegiatan usahanya.
 
Adapun kapasitas produksi terpakai sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan meningkat dan tercatat sebesar 76,11 persen, sejalan dengan panen pada komoditas tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, dan curah hujan yang masih mendukung pada subsektor perikanan.
 
"Sementara itu, mayoritas responden menunjukkan kondisi keuangan perusahaan dalam kondisi normal. Responden menyatakan kondisi likuiditas pada kuartal III-2021 masih positif meski melambat cukup dalam," paparnya.
 
Hal ini tercermin dari Saldo Bersih (SB) likuiditas sebesar 3,54 persen, lebih rendah dibandingkan SB 9,59 persen, namun lebih tinggi dibandingkan SB minus 2,82 persen pada kuartal III-2020. Pada periode tersebut, jumlah responden yang menjawab likuiditas dalam kondisi buruk meningkat 11,87 persen lebih tinggi dari 10,05 persen pada kuartal sebelumnya.
 
Secara keseluruhan hasil SKDU menunjukkan kinerja kegiatan usaha yang tetap tumbuh positif meski melambat ketimbang kuartal sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari nilai SBT kegiatan usaha sebesar 7,58 persen, atau melambat dibandingkan SBT 18,98 persen pada kuartal II-2021, namun meningkat dibandingkan SBT minus 5,97 persen pada kuartal yang sama tahun lalu.
 
Perlambatan kinerja terjadi pada mayoritas sektor antara lain Sektor Pertambangan dan Penggalian (SBT 4,01 persen) khususnya subsektor Minyak dan Gas serta sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (SBT 0,01 persen) sejalan dengan penerapan PPKM Darurat/Level 4 yang terjadi sepanjang Juli-Agustus 2021 sehingga berdampak pada penurunan aktivitas masyarakat.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif