Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Bank Indonesia

BI: Inflasi Pekan Pertama Oktober 0,02%

Ekonomi inflasi bank indonesia
Desi Angriani • 04 Oktober 2019 14:31
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi sebesar 0,02 persen secara month to month (mtm) pada pekan pertama Oktober 2019. Inflasi disumbang oleh kenaikan harga daging ayam dan tomat sayur.
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan harga tetap terkendali lantaran secara tahunan inflasi Oktober 3,13 persen secara yoy atau lebih rendah dari bulan lalu yang sebesar 3,39 persen yoy.
 
"Survei pemantauan harga untuk minggu pertama Oktober ada sedikit kenaikan harga tapi kecil hanya 0,02 persen mtm, sehingga kalau year-on-year-nya 3,13 persen," kata Perry, di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan bank sentral, kenaikan harga daging ayam memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen dan tomat sayur 0,01 persen. Sementara cabai merah mengalami deflasi 0,07 persen. Di susul cabai rawit 0,03 persen, bawang merah 0,02 persen, dan ayam ras 0,03 persen.
 
"Kita masih mencatat cabai merah deflasi 0,07 persen. Kemudian cabai rawit deflasi 0,03 persen dan bawang merah deflasi 0,02 persen, ayam ras deflasi 0,03 persen," tuturnya.
 
Perry meyakini dengan harga yang terkendali di Oktober tersebut menunjukkan bahwa inflasi semakin terjaga hingga akhir tahun. Angka inflasi pada akhir 2019 diproyeksikan masih berada di bawah titik tengah 3,5 persen.
 
"Insyaallah akhir tahun akan sesuai perkiraan di bawah titik tengah 3,5 persen menunjukkan inflasi terkendali," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif