Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.

Menkeu: Perhatian Masyarakat untuk Pengelolaan APBN Besar

Ekonomi apbn kementerian keuangan
Eko Nordiansyah • 25 November 2019 11:18
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai isu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah menjadi milik publik yang luas. Apalagi perhatian masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara dalam APBN terbilang cukup besar.
 
Hal ini diungkapkan Sri Mulyani saat mendapatkan penghargaan sebagai Newsmaker of The Year pada malam anugerah "People of The Year 2019" yang diselenggarakan oleh Metro TV.
 
"Dengan penghargaan ini, saya menganggap bahwa masyarakat memang memberi perhatian besar kepada bidang pengelolaan keuangan negara, yang merupakan uang kita bersama," kata Menkeu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 25 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengapresiasi seluruh jajaran di Kementerian Keuangan, yang telah menjalankan tugas mengelola, mengawal, dan menjaga keuangan negara. Tak lupa, dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pengawasan penggunaan APBN.
 
"Kami berharap agar masyarakat peduli dan terus ikut memikirkan, memberikan pendapat, memberikan ide-ide serta mengawasi pengelolaan keuangan negara, karena hal tersebut adalah sesuatu yang penting. Dan sebagai Menteri Keuangan, saya berharap selain melihat dari sisi belanja, jangan lupa membayar pajak," ungkapnya.
 
Adapun setiap figur nominasi yang masuk ke dalam kategori 'People of The Year 2019' ini, diolah dari riset beberapa lembaga survei ternama, publikasi resmi versi pemerintah, maupun anugerah penghargaan dari lembaga ternama nasional maupun internasional yang diterima selama kurun waktu 2018-2019.
 
Selain Sri Mulyani, ada beberapa nama pejabat negara lainnya yang juga masuk ke dalam nominasi ini, yaitu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri/Mantan Kapolri Tito Karnavian dan Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo.
 
Ada tujuh juri dalam penghargaan ini yaitu Don Bosco Selamun (Direktur Pemberitaan Metro TV), Rhenald Kasali (Pendiri Rumah Perubahan), Panut Mulyono (Rektor Universitas Gadjah Mada), Aviliani (Komisaris Indef), Riant Nugroho (Director of Institute Policy Reform), Rustika Herlambang (Direktur Indonesia Indikator) dan Sirojuddin Abbas (Director Research of SMRC).
 
Kriteria dalam penjurian ini adalah berdasarkan kuantitatif pemberitaan di media mainstream (media cetak dan media elektronik), analisis kualitatif dari para akademisi independen, dan verifikasi faktual ke lapangan.
 
Menurut dewan juri, penempatan Sri Mulyani pada urutan teratas tersebut didasarkan pada dominasi pemberitaan di media massa (cetak, online, dan televisi) dan new media, pengaruhnya kepada publik, dan prestasi yang diperolehnya selama kurun waktu September 2018 hingga September 2019.
 
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini dinilai sebagai komunikator yang baik dalam menyampaikan kebijakan-kebijakan yang kerap menimbulkan perdebatan di masyarakat, sehingga masyarakat dapat memahami makna dan manfaat dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif