Menkeu Sri Mulyani. Foto : AFP.
Menkeu Sri Mulyani. Foto : AFP.

Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Diprediksi Rebound usai Tertekan Pandemi

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi pandemi covid-19
Eko Nordiansyah • 03 September 2020 15:09
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 diprediksi melonjak setelah mengalami tekanan sepanjang 2020 akibat pandemi covid-19. Pemerintah bahkan menyebut target pertumbuhan ekonomi tahun depan masih realistis.
 
Pada 2021, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi antara 4,5 persen hingga 5,5 persen. Target ini mengalami kenaikan signifikan dari outlook pada tahun ini yang diprediksi antara minus 1,1 persen sampai dengan 0,2 persen.
 
"(Target pertumbuhan ekonomi 2021) cukup realistis dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan baseline pertumbuhan ekonomi yang rendah di 2020," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 1 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan target pertumbuhan ekonomi 2021 dipasang di tengah tingginya ketidakpastian dampak pandemi covid-19. Karena itu, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan pada tingkat yang moderat.
 
"Rentang perkiraan yang cukup lebar juga terjadi pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh lembaga-lembaga Internasional," ungkapnya.
 
Bank Indonesia (BI) bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari target yang dipasang pemerintah. Menurut bank sentral, pertumbuhan ekonomi 2021 bisa mencapai 4,8 persen hingga 5,8 persen didukung sejumlah faktor.
 
"Kami melihat 2021 ekonomi Indonesia membaik didukung perbaikan ekonomi global, stimulus fiskal pemerintah, kebijakan BI yang diarahkan akomodatif," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 2 September 2020.
 
Tak hanya di dalam negeri, sejumlah lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal rebound pada 2021. Misalnya saja Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,1 persen.
 
Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan tumbuh sebesar 4,8 persen, sedangkan Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen.
 
Sementara itu, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi target pertumbuhan ekonomi 2021 akan sulit dicapai. Peneliti Indef Rizal Taufikurahman menyebut, pertumbuhan ekonomi kemungkinan hanya 2,54 persen hingga 3,77 persen.
 
Menurut Rizal, tekanan pandemi covid-19 masih akan terjadi terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi di 2021. Penanganan yang kurang baik di sektor kesehatan di 2020 akan berdampak negatif untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi.
 
"Besaran angka proyeksi Pemerintah di 2021 sah saja, asalkan kebijakan recovery ekonomi bisa diakselerasi cepat, bahkan bisa perbaiki sarana industri manufaktur dan investasi sebagai pembentuk GDP riil kita," ungkapnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif