Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Bappenas)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Bappenas)

Perusahaan Swasta Diminta Aktif di Pembangunan Berkelanjutan

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bappenas ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 08 Januari 2019 06:47
Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong perusahaan swasta untuk turut berperan aktif dalam pelaksanaan program pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pasalnya, SDGs bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga elemen di luar pemerintah.
 
"Salah satu elemen yang paling penting, terorganisir dengan baik, dan punya sumber daya yang cukup adalah swasta. Kita ingin ada partisipasi sektor swasta dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan," ujar Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dalam Sustainable Business Awards (SBA) 2018. di Hotel Mandarin Oriental, Senin, 7 Januari 2019.
 
Sustainable Business Awards adalah platform penghargaan berkelanjutan yang digelar sejak 2012, yang mengapresiasi kepemimpinan berkelanjutan sebuah perusahaan. Diselenggarakan oleh Global Initiatives.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SBA ke-6 ini dijalankan bersama PwC, Bappenas, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Control Union, Kigali Cooling Efficiency Programme (K-CEP), Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) dan CNBC Indonesia. Tahun ini menandai dimulainya kemitraan resmi dengan Bappenas untuk membawa SBA ke tingkat berikutnya.
 
"SBA tidak hanya sebuah seremonial, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan dan kreativitas untuk berinovasi secara kolektif demi masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Pada akhirnya, kemenangan tidak hanya milik satu orang atau satu perusahaan, tetapi untuk semua para pemangku kepentingan," kata Presiden IBCSD Shinta Kamdani.
 
Shinta menambahkan, pada tahun ini tercatat ada 60 perusahaan yang terlibat. Jumlah ini naik 40 persen dari tahun sebelumnya. "Kita jangan melihat dari segi jumlah, tapi dari keberanian untuk berpartisipasi, karena proses (seleksi) yang sangat ketat. Jadi jangan dilihat kuantitas, tapi kualitasnya," kata dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi