Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,3% di 2019

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 18 April 2019 14:49
Jakarta: Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sedikit meningkat di tahun ini. Dalam risetnya, Morgan Stanley memprediksi Indonesia dapat melawan arus global pada 2019, dengan pertumbuhan naik menjadi 5,3 persen pada 2019.
 
Hal ini setelah hasil penghitungan cepat menunjukkan bahwa Joko Widodo (Jokowi) akan kembali melanjutkan pemerintahannya. Di pemerintahan mendatang, Jokowi kemungkinan melanjutkan reformasi kebijakan yang telah dilakukannya di masa jabatan pertamanya.
 
"Kesimpulan Pemilu menghilangkan ketidakpastian politik dan kelanjutan kebijakan mungkin terjadi. Morgan Stanley melihat PDB Indonesia sedikit meningkat pada 2019, berlawanan dengan kondisi ekonomi global," tulis riset Morgan Stanley, Kamis, 18 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah hasil Pemilu telah resmi diumumkan, Morgan Stanley menilai perhatian pasar kemungkinan besar akan beralih dari pemilu ke implementasi kebijakan. Dalam masa jabatan pertama Jokowi, kemajuan di beberapa bidang terlah dilakukan dan diharapkan berdampak positif.
 
Adapun kemajuan itu antara lain adalah pembangunan infrastruktur, reformasi fiskal, meningkatnya kemudahan melakukan bisnis, dan langkah-langkah sosial untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan ketidaksetaraan.
 
Terkait prioritas kebijakan pada masa jabatan berikutnya, agenda kampanye Jokowi menunjukkan bahwa ia kemungkinan melanjutkan apa yang telah dilakukannya sepanjang masa jabatan pertamanya.
 
Jokowi akan fokus pada industrialisasi melalui pengembangan zona ekonomi khusus dan mempercepat pembangunan infrastruktur, melanjutkan reformasi fiskal untuk meningkatkan daya saing ekonomi, dan reformasi kelembagaan untuk meningkatkan tata kelola.
 
Indonesia sebelumnya menikmati pertumbuhan yang sehat dari reformasi setelah krisis keuangan Asia dan siklus super komoditas. Namun pembuat kebijakan perlu memulai reformasi struktural 2.0 untuk lebih meningkatkan pertumbuhan secara berkelanjutan tanpa mengalami hambatan likuiditas dan memperluas ketidakseimbangan eksternal.
 
"Ini akan memerlukan peningkatan produktivitas dan daya saing di sektor non-komoditas, memastikan sumber daya dihabiskan untuk bidang-bidang yang produktif, misalnya, infrastruktur dan pendidikan, menjaga pertumbuhan upah tetap konsisten seiring dengan pertumbuhan produktivitas, dan memperbaiki lanskap investasi untuk menarik investasi langsung," tutupnya.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif