Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Medcom/Ilham Wibowo.

Industri Manufaktur Diyakini Terkerek di Tahun Politik

Ekonomi ekonomi indonesia pilpres 2019 industri manufaktur
Fetry Wuryasti • 26 Desember 2018 20:43
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi sejumlah sektor industri manufaktur akan mengalami kenaikan pertumbuhan karena dipengaruhi momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Beberapa investor tetap yakin menanamkan modalnya karena melihat kondisi politik dan ekonomi di Indonesia yang dinilai tetap stabil menjelang tahun politik.
 
"Kita punya pengalaman sebelum dan pasca-reformasi. Khusus dalam 20 tahun ini, kita sudah empat kali Pemilu dan kita juga hampir setiap dua tahun ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang seluruhnya berjalan lancar dan demokratis," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Untuk itu, dia meyakini, pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar serentak pada 17 April 2019, juga akan berjalan aman dan damai sehingga mendukung roda perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dia berharap para pelaku industri supaya bisa mengambil peluang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu katalis kuat yang mampu mendongkrak pertumbuhan industri tahun depan, terutama adalah melonjaknya konsumsi makanan dan minuman (mamin) serta tekstil dan produk tekstil (TPT). Komoditas itu umumnya banyak dibutuhkan saat musim kampanye.
 
Tercatat, pada 2014 dengan adanya momentum Pemilu, industri pengolahan naik menjadi 5,61 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 5,45 persen. Adapun sektor yang menopang lonjakan tersebut, antara lain industri mamin, industri TPT, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif