Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)

BKPM: DNI Sektor Perfilman Indonesia Diapresiasi Asosiasi Produsen Film AS

Ekonomi daftar negatif investasi
Ade Hapsari Lestarini • 28 Mei 2016 18:31
medcom.id, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan asosiasi produsen film Amerika Serikat (AS) mengapresiasi langkah pemerintah dengan membuka 100 persen investasi asing untuk sektor perfilman.
 
Respons positif tersebut diperoleh dari hasil kunjungan Kepala BKPM Franky Sibarani ke AS yang bertemu dengan beberapa perusahaan yang bergerak sektor perfilman. Menurut Franky, hal itu dinilai sebagai awal yang sangat baik untuk membuat perusahaan-perusahaan perfilman dapat mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi di Indonesia.
 
Franky Sibarani menyampaikan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan film AS yang menguasai bisnis perfilman dunia tersebut dimanfaatkan untuk membicarakan beberapa hal strategis terkait perkembangan industri perfilman di Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beberapa hal yang disampaikan oleh anggota asosiasi adalah masalah capacity building seperti story telling skills, jumlah layar yang masih rendah dibandingkan dengan jumlah populasi serta yang tidak kalah pentingnya masalah hak cipta," kata dia, seperti dikutip dalam siaran persnya, Sabtu (28/5/2016).
 
Menurut Franky, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan instansi terkait untuk mengatasi berbagai concern yang disampaikan. Dia menambahkan, perusahaan-perusahaan perfilman juga mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang melakukan blokir kepada 53 situs yang menanyangkan produk-produk film dan melanggar hak cipta.
 
Selain itu, lanjutnya, capacity building menentukan ide cerita untuk memproduksi suatu film, jumlah layar dan hak cipta mempengaruhi kalkulasi bisnis dari segi distribusi dan eksibisi (sinema) mereka.
 
"Kalau ada 5.000 layar berarti ada kemungkinan film mereka untuk diputar di 5.000 layar tersebut, kalau kondisi existing saat ini sekitar 1.159 lebih berarti potensinya hanya seperlima," jelas dia.
 
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh MPAA (Motion Pictures Association of America), dilihat dari daftar negara yang tercatat menyumbang dalam pemasukan box office, Indonesia mengalami perkembangan yang cukup positif. Sementara ditilik dari posisi 2013 tidak masuk 20 negara terbesar, pada 2014 Indonesia berada di peringkat 20 dengan nilai USD0,2 miliar, pada 2015 naik menjadi peringkat 16 dengan nilai USD0,3 miliar.
 
Franky optimistis bahwa perkembangan sektor perfilman di Indonesia akan terus meningkat. Antusiasme untuk menanamkan modal di Indonesia tidak hanya datang dari Amerika Serikat, namun juga dari negara-negara lain seperti Korea Selatan, Taiwan dan Timur Tengah.
 
"Berkembangnya sektor perfilman diharapkan positif terhadap tumbuhnya talent-talent di Tanah Air," jelas Franky.
 
Seperti diketahui, Perpres 44 tahun 2016 lebih terbuka untuk asing berbisnis di sektor perfilman. Sebelumnya sektor-sektor perfilman tertutup untuk asing atau dibatasi maksimal 49 persen. Di antaranya di dalam bidang usaha jasa teknik film termasuk studio shooting film (maksimal 49 persen), laboratorium film (maksimal 49 persen), fasilitas editing sound (maksimal 49 persen), film editing 100 persen PMDN, film subtitle 100 persen PMDN.
 
"Saat ini seluruh bidang usaha tersebut terbuka untuk 100 persen asing, demikian halnya untuk produksi film, cinema, studio rekaman dan distribusi film," ungkapnya.
 
Masuknya investasi di sektor perfilman, kata Franky, diharapkan mampu berkontribusi positif pada pencapaian target investasi nasional 2016. Untuk diketahui, BKPM pada 2016 menargetkan capaian realisasi investasi bisa tumbuh 14,4 persen dari target 2015 atau mencapai Rp594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari PMA sebesar Rp386,4 triliun atau naik 12,6 persen dari target PMA tahun lalu, serta dari PMDN sebesar Rp208,4 triliun naik 18,4 persen dari target PMDN tahun lalu.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif