Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Naik 30%, Anggaran Ketahanan Pangan 2021 Capai Rp104 Triliun

Ekonomi kedaulatan pangan pangan ketahanan pangan Kementerian Keuangan Ekonomi Indonesia
Eko Nordiansyah • 12 Januari 2021 10:00
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kenaikan anggaran untuk ketahanan pangan 2021 mencapai 30 persen. Sebelumnya anggaran ketahanan pangan dari 2016 sampai dengan 2020 justru mengalami tren penurunan.
 
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan anggaran sebesar Rp104 triliun akan digunakan untuk program ketahanan pangan 2021. Sasarannya adalah meningkatkan produksi pangan, sebagai salah satu upaya mendukung pemulihan ekonomi.
 
"Kami akan membuat di 2021 meningkat. Kalau 2020 kemarin kami perkirakan hanya sekitar Rp80 triliun, maka di 2021 akan menjadi Rp104 triliun," kata dia, pada Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 dilansir dari laman Kemenkeu, Selasa, 12 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggaran ketahanan pangan pada 2021 diberikan kepada Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp62,8 triliun dengan rincian Kementerian Pertanian sebesar Rp21,8 triliun, Kementerian Kelautan dan Perikanan Rp6,7 triliun, dan Kementerian PUPR Rp34,3 triliun.
 
Untuk Non K/L, alokasi APBN 2021 diberikan kepada subsidi sebesar Rp25,3 triliun dan belanja lain-lain Rp5,4 triliun. Sementara, Transfer ke Daerah dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) sejumlah Rp5,6 triliun berupa DAK irigasi, DAK pertanian, DAK kelautan dan perikanan, dan DAK non fisik dana pelayanan ketahanan pangan.
 
"Peningkatan anggaran 2021 cukup besar. Mohon bisa digunakan secara optimal untuk membantu sektor ketahanan pangan dan juga menggiring pemulihan ekonomi Indonesia ke depan. Kami mengharapkan nanti bisa dibangun sinergi yang baik antara berbagai kementerian," ungkap dia.
 
Ia menambahkan, kebijakan ketahanan pangan 2021 akan fokus pada upaya mendorong produksi komoditas pangan melalui pembangunan sarana prasarana dan penggunaan teknologi. Selain itu, pemerintah juga akan merevitalisasi sistem pangan nasional dengan memperkuat korporasi petani atau nelayan dan distribusi pangan.
 
Selain itu, pengembangan food estate di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Papua juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pangan. Salah satunya adalah melalui pemberdayaan transmigrasi atau petani eksisting dan investasi small farming.
 
"Sektor pertanian dan ketahanan pangan adalah mesin dari perekonomian nasional. Tenaga kerja yang dipekerjakan di sektor ini luar biasa besar dan income yang di-generate di sektor ini juga sangat besar. Sektor pertanian adalah kunci kita, kunci dalam penciptaan tenaga kerja," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif