Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: Kementerian Keuangan

Ditambah Sri Mulyani, Total PMN ke BUMN Tembus Rp68,93 Triliun

Ekonomi BUMN PT KAI Kementerian Keuangan waskita karya pmn Ekonomi Indonesia hutama karya
Eko Nordiansyah • 09 November 2021 09:39
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambah suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp33,8 triliun. Dalam APBN 2021, pemerintah telah menyalurkan PMN sebesar Rp35,13 triliun kepada BUMN, sehingga diperkirakan totalnya mencapai Rp68,93 triliun sampai akhir tahun.
 
Sri Mulyani menjelaskan, pemberian tambahan PMN kepada BUMN ini akan berasal dari cadangan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun Sisa Anggaran Lebih (SAL). Rencananya ada tiga BUMN yang mendapat tambahan suntikan PMN yaitu PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT KAI (Persero).
 
"Dalam APBN 2021, cadangan dana PEN ada sebesar Rp33 triliun yang kemudian dijadikan PMN kepada investasi BUMN sebesar Rp17 triliun, dan SAL sebesar Rp200 triliun yang sebanyak Rp16,8 triliun diberikan untuk injeksi modal BUMN," kata dia, dalam rapat dengan Komisi XI DPR dilansir di Jakarta, Selasa, 9 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika dirinci, pemberian tambahan PMN ini diberikan kepada Hutama Karya sebesar Rp9,1 triliun dari cadangan PEN dan Rp9,9 triliun dari dana SAL. Padahal sebelumnya, Hutama Karya telah mendapatkan PMN dalam APBN 2021 sebesar Rp6,21 triliun, sehingga total akan mendapatkan PMN sebesar Rp25,2 triliun.
 
"Sekarang Hutama Karya yang Rp9,1 triliun untuk empat ruas tol yaitu Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Kuala Tanjung-Parapat, dan Binjai-Langsa. Sedangkan yang Rp9,9 triliun (dana SAL) untuk ruas tol Binjai-Langsa, Indralaya-Muara Enim, Kisaran-Indrapura, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Sigli-Banda Aceh, Pekanbaru-Padang," ungkapnya.

Memberikan PMN

Sementara itu, pemerintah juga memberikan PMN kepada Waskita Karya dan KAI yang sebelumnya tidak mendapatkan alokasi PMN dalam APBN 2021. Waskita Karya akan mendapatkan PMN sebesar Rp7,9 triliun, sedangkan KAI akan mendapatkan Rp6,9 triliun dari dana SAL.
 
Adapun BUMN lain yang lebih dulu mendapat alokasi PMN antara lain:
  1. PT PLN (Persero) sebesar Rp5 triliun.
  2. PT PAL Indonesia (Persero) Rp1,28 triliun.
  3. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Rp1,2 triliun.
  4. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia/ITDC (Persero) Rp470 miliar.
  5. PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (Persero) Rp977 miliar.
  6. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp20 triliun.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif