Selamatkan Rupiah, BI Ditaksir Gunakan Cadangan Devisa USD2 Miliar

Suci Sedya Utami 03 Mei 2018 20:26 WIB
cadangan devisa
Selamatkan Rupiah, BI Ditaksir Gunakan Cadangan Devisa USD2 Miliar
Dollar AS. ANT/Yudhi Mahatma.
Jakarta: Pelemahan mata uang rupiah terhadap USD sepanjang April diyakini turut menggerus cadangan devisa yang digunakan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai langkah penyelamatan.

Ekonom Samuel Asset Managemen Lana Soelistianingsih memperkirakan cadangan devisa yang dipakai bulan lalu mencapai sekitar USD2 miliar dari posisi akhir Maret yang mencapai USD126 miliar. Artinya, posisi cadangan devisa di akhir April akan turun menjadi USD124 miliar.

Angka tersebut, kata Lana masih ditopang oleh penerbitan surat berharga negara (SBN) valas dual currency dalam bentuk USD atau global bond dan Euro bond masing-masing USD1 miliar dan satu miliar euro yang dilakukan pemerintah pada bulan lalu.

Apabila tanpa adanya penerbitan SBN valas, lanjut Lana, maka penggunaan cadangan devisa untuk mengatasi depresiasi mata uang garuda bisa mencapai USD4 miliar, atau akan membuat posisi cadangan devisa di akhir April menjadi USD162 miliar.

"Kalau ada global bond bisa berkurang USD2 miliar, namun bila tanpa itu bisa sampai USD4 miliar," kata Lana saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 3 Mei 2018.

Lana memandang penurunan cadangan devisa dapat dimaklumi. Ia pun menilai jumlah tersebut tidak besar. Dia mengibaratkan cadangan devisa sebagai aset yang digunakan pada saat dibutuhkan.

"Sama seperti kita punya rumah, emas, tabungan deposito. Jadi kalau kita lagi perlu, boleh dong dipakai. Jadi cadangan devisa pasti turun, ini bukan sesuatu yang jelek," jelas Lana.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyampaikan jumlah cadangan devisa hingga akhir April 2018 masih mencukupi untuk menahan gejolak nilai tukar rupiah meskipun tekanan arus modal keluar cukup kencang yang dipicu sentimen dari dinamika perekonomian Amerika Serikat.

"Indonesia tidak panik. Kami yakinkan kita punya devisa yang cukup untuk jaga ekonomi kita," ungkap Agus.



(SAW)