NEWSTICKER
Ilustrasi kawasan industri - - Foto: dok IMIP
Ilustrasi kawasan industri - - Foto: dok IMIP

Ekonomi Papua Anjlok, Pemerintah Kebut Proyek Bintuni

Ekonomi papua freeport ekonomi daerah
Media Indonesia • 08 Februari 2020 11:35
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan Kawasan Industri di Teluk Bintuni tengah dikebut agar Papua bisa melepaskan ketergantungan akan Freeport. Proyek tersebut diyakini akan mengatasi pertumbuhan ekonomi Papua yang anjlok.
 
“Nanti kita lihat ke depannya kan ada beberapa projek seperti Bintuni dan yang lain. Itu untuk menyeimbangkan pendapatan sehingga tidak sepenuhnya tergantung pada Freeport,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Airlangga mengakui ketergantungan ekonomi Papua terhadap komoditas sangat tinggi. Kebetulan, dari sisi komoditas, bisnis tambang PT Freeport Indonesia merupakan yang terbesar dan memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Papua.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena ketergantungan yang besar itulah, tak heran penurunan produksi Freeport beberapa waktu terakhir membuat ekonomi Papua minus sejak kuartal IV-2018 hingga kuartal IV-2019.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan secara full year ekonomi Papua minus 15,72 persen pada 2019 lalu. Hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi kawasan yakni Papua dan Maluku juga tertarik ke bawah.
 
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi Papua karena produksi Freeport turun adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari.
 
Hal yang sama juga terjadi pada Nusa Tenggara Barat, saat perusahaan pertambangan Newmont menghentikan operasinya untuk sementara.
 
“Saat Newmont berhenti produksi dan lainnya, itu langsung berhenti. Saya kira ini yang terjadi di Papua. Memang ini akhirnya yang menyebabkan banyak aktivitas ekonomi di Papua berhenti,” ujar Tauhid.
 
Selain mengurangi dominasi sektor pertambangan, yang perlu juga dibenahi untuk mendorong pertumbuhan ekononi Papua lepas dari ketergantungan pertambangan ialah faktor sosial, politik, dan keamanan. Setidaknya faktor keamanan di Papua menjadi pertimbangan pelaku usaha untuk menanamkan modal.
 
“Sedikit banyak itu pengaruh. Paling tidak itu membuat investor mikir dua kali untuk berinvestasi. Apakah investasi yang dilakukan akan aman atau bisa balik modal atau tidak,” pungkasnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif