Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.

BI Ramal Ekonomi Kuartal III-2019 Tumbuh 5,1%

Ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Husen Miftahudin • 11 Oktober 2019 16:36
Jakarta: Bank Indonesia (BI) meramal perekonomian nasional di kuartal III-2019 bisa tumbuh 5,1 persen. Berdasarkan pola ekspansi, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi bangunan.
 
"Sumber pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III-2019 5,1 persen itu terutama didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi bangunan," ujar Perry di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Sementara itu, lanjut Perry, investasi non bangunan seperti industri pengolahan masih belum mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan survei yang dilakukan bank sentral, tingkat kenaikan industri pengolahan dari sisi investasi non bangunan dinilai masih belum kuat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia yang pada kuartal III-2019 sebesar 52,04 persen. Meski kinerja sektor industri pengolahan terindikasi masih ekspansif, namun pertumbuhannya sedikit lebih rendah daripada 52,66 persen di kuartal II-2019.
 
"Jadi kesimpulannya kinerja industri pengolahan masih menujukkan kondisi ekspansif meskipun tingkat kenaikannya kuartal III-2019 itu sedikit lebih rendah daripada kuartal II-2019," jelas Perry.
 
Perry menyebut, fase ekspansi sektor industri pengolahan di kuartal III-2019 terjadi pada hampir seluruh subsektor. Namun terpantau adanya perlambatan pada subsektor makanan, minuman dan tembakau serta tekstil, barang dari kulit dan alas kaki.
 
"Tingkat ekspansinya lebih rendah khususnya tercatat di makananan, minuman, tekstil, barang dari kulit. Kalau catatan kontraksi atau penurunan pertumbuhan itu adalah di sektor barang kayu dan hasil hutan lainnya," urai dia.
 
Perlambatan ekspansi kegiatan usaha diprakirakan akan terus berlanjut di kuartal IV-2019. Hal tersebut juga tercermin pada prakiraan PMI-BI kuartal IV-2019 sebesar 51,90 persen yang lebih rendah daripada kuartal III-2019.
 
"Jadi kuartal IV-2019 masih ekspansi tapi tingkat ekspansinya lebih rendah dari kuartal III-2019. Sementara kuartal III-2019 lebih rendah dari kuartal II-2019 dan kuartal IV-2019 lebih rendah dari kuartal III-2019," tutur Perry.
 
Perlambatan ekspansi usaha diprakirakan terjadi pada beberapa subsektor seperti industri tekstil, barang kulit dan alas kaki; industri kertas dan barang cetakan; industri pupuk, kimia dan barang dari karet; serta industri semen dan barang galian non logam.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif