Illustrasi. Dok : Medcom.
Illustrasi. Dok : Medcom.

Pengusaha Menantikan Realisasi Potongan Pajak Super

Ekonomi perpajakan
Ilham wibowo • 17 Juli 2019 20:33
Jakarta: Kalangan pengusaha siap menyambut implementasi super deductible tax untuk mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan. Penguatan sektor sumber daya manusia hingga inovasi sejalan dengan kebutuhan bisnis modern.
 
Direktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Research Institute Agung Pambudhi mengungkapkan kebijakan pemerintah dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tersebut perlu dikawal secara keseluruhan. Petunjuk teknis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pun diharapkan bisa sesuai dengan kemudahan yang diharapkan.
 
"Kami harap-harap cemas dalam pengertian tidak berujung cerita-cerita sedih berikutnya karena banyak bagus di regulasi tapi syaratnya berat untuk dapat insentif itu," kata Agung dalam sebuah diskusi di Hotel Milenium Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adhi memastikan pengusaha akan mengembangkan tenaga sumber daya manusianya melalui penelitian dan pengembangan inovasi. Dia menjelaskan dibutuhkan biaya besar untuk melakukan ini, yang bisa menjadi beban perusahaan.
 
"Jangan sampai ini bagus di atas kertas saja, ada kata-kata maksimum 200 persen, maksimum 300 persen, jangan sampai kami dapat nol-nya," tuturnya.
 
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman juga mengharapkan hal senada. Dia menegaskan program pemicu investasi harus berdampak kepada peningkatan daya saing produk di pasar global.
 
"Terus terang kita tertinggal, tenaga ahli di level bawah sulit sekali seperti operator mesin di level SMK, program pemagangan sangat penting dan berjalan baik," ungkapnya.
 
Dia menjelaskan riset dan pengembangan sudah banyak diterapkan di perusahaan negara tetangga seperti Thailand. Inovasi produk makanan dan minuman terbaru selalu hadir dalam waktu singkat di pusat perbelanjaan.
 
"Perusahaan yang mau melakuian inovasi ini tumbuhnya bisa double digit. Perusahaan bisa kerja sama dengan perguruan tinggi penelitian baik basic maupun terapan," ujarnya.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif