Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Kenaikan Cukai Rokok 23 Persen Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ekonomi cukai tembakau
Suci Sedya Utami • 17 September 2019 05:27
Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai pada hasil tembakau atau rokok di tahun 2020. Kenaikan sebesar 23 persen merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasan pemerintah menaikkan cukai rokok dengan tarif yang besar. Dia bilang selama dua tahun terakhir sejak 2018, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan atau tidak menaikkan tarif cukai rokok.
 
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan banyak aspek yang dipertimbangkan pemerintah saat memutuskan untuk menaikkan cukai rokok tahun depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama yakni dengan melihat jumlah perokok usia muda dan perempuan yang mengalami peningkatan, yang terparah yakni dikonsumsi oleh masyarakat miskin. Pemerintah berpandangan kenaikan cukai ditujukan untuk membatasi konsumsi rokok terutama pada konsumen tersebut.
 
Sebab rokok diangap tidak baik bagi kesehatan. Apalagi jika masyarakat miskin lebih memilih membelanjakan uangnya untuk membeli rokok dibanding kebutuhan prioritas lainnya seperti pangan.
 
Selain itu, kata Ani pemerintah juga mempertimbangkan petani tembakau dan tenaga kerja pada perusahaan rokok kretek tangan. Kemudian pemerintah juga berupaya untuk mencegah kehadiran rokok ilegal agar tidak meningkat. Serta untuk menggenjot peneriman cukai yang ditargetkan Rp179,2 triliun tahun depan.
 
"Maka keputusan yang disampaikan di dalam ratas, melihat berbagai aspek itu cukai (dinaikkan) 23 persen untuk 2020 yang semenjak 2018 enggak naik, jadi ini sudah dua tahun," kata Ani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kenaikan tersebut dirapel atau sekaligus untuk waktu dua tahun sebelumnya yang tidak mengalami kenaikan.
 
"Naiknya kan rapelan. 2019 kan diputuskan enggak naik. Kenaikan sekarang dari tarif 2018. Naik rapelan dua tahun berarti," jelas Suahasil.
 

(WHS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif