Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

BI: Inflasi Terkendali Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Ekonomi inflasi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
Husen Miftahudin • 26 April 2019 16:07
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi di tahun ini berada di bawah titik tengah sasaran kisaran 3,5 persen. Bank sentral optimistis inflasi 2019 mengarah ke level 3,1 persen.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo bahkan memastikan tingkat inflasi pada saat Ramadan tak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini mendorong perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini.
 
"Dengan keterjagaan atau pasokan bahan itu insya Allah bahwa inflasi di Ramadan tahun ini akan lebih rendah dari tahun lalu, sehingga akhir tahun ini perkiraan kami itu (inflasi) bisa mengarah ke 3,1 persen. Hal itu tentu saja memberikan faktor positif kepada ekonomi kita," ujar Perry di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 26 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski inflasi rendah namun daya beli masyarakat tetap terjaga, bahkan tumbuh tinggi. Selain daya beli, penyaluran bantuan-bantuan sosial juga menjadi faktor pendorong konsumsi rumah tinggi tumbuh signifikan di kuartal I-2019.
 
"Konsumsi rumah tangga di kuartal I-2019 itu akan tetap tinggi, daya beli itu mendukung konsumsi rumah tangga. Di kuartal-kuartal ke depan masih tetap tinggi, masih tetap di atas lima persen," beber Perry.
 
Sayangnya, konsumsi rumah tangga yang tinggi tak sejalan dengan kenaikan investasi di kuartal pertama tahun ini. Karena sesuai polanya, pertumbuhan investasi di tiga bulan pertama memang sering mengalami perlambatan.
 
"Nilai investasi di kuartal satu kan biasanya masih (lesu), ya awal-awal tahun. Tapi biasanya akan meningkat di kuartal dua dan seterusnya," tegas dia.
 
Perry sebelumnya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus mengalami perbaikan. Di kuartal I-2019, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,2 persen secara tahun ke tahun atau year on year (yoy). Angka itu lebih baik bila dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,06 persen (yoy).
 
Sementara secara kumulatif, ekonomi RI di tahun ini juga tumbuh di posisi 5,2 persen. Membaiknya pertumbuhan ekonomi di tiga bulan pertama 2019 ini didorong oleh permintaan domestik, utamanya disokong pertumbuhan konsumsi dalam negeri pada periode Januari-Maret 2019.
 
Stabilitas keuangan yang terjaga juga menjadi faktor lain perbaikan pertumbuhan ekonomi RI. Kondisi itu membuat para investor semakin percaya diri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
 
Terbukti, aliran modal asing kian mengucur deras. Hal ini terlihat dari capaian capital inflow secara year to date (ytd) dari Januari sampai 24 April 2019. Total aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sebanyak Rp73,28 triliun.
 
Angka itu meningkat signifikan bila dibandingkan dengan nilai modal asing yang masuk ke RI dari Januari hingga 6 Maret 2019. Pada saat itu, capital inflow hanya mengalir sebanyak Rp59,9 triliun.

 

(Des)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif