Ilustrasi realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional - - Foto: dok MI
Ilustrasi realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional - - Foto: dok MI

Capai Rp383,01 Triliun, Realisasi Anggaran PEN Masih 55,1%

Ekonomi Sri Mulyani APBN 2020 Pemulihan Ekonomi Nasional
Eko Nordiansyah • 12 November 2020 12:50
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp383,01 triliun. Namun realisasi ini masih separuh atau 55,1 persen dari pagu yang disediakan sebesar Rp695,2 triliun.
 
"Realisasi PEN kalau kita lihat dari sisi penyerapan memang mengalami akselerasi luar biasa di kuartal III, dan ini untuk kuartal IV kita juga akan tetap melakukan monitoring," katanya dalam rapat kerja di Komisi XI DPR, di Jakarta, Kamis, 12 November 2020.
 
Jika dirinci realisasi anggaran kesehatan sudah Rp34,07 triliun atau 35 persen dari pagu, perlindungan sosial RP181,11 triliun atau 77,3 persen dari pagu, serta sektoral kementerian/lembaga dan pemda Rp32,47 triliun atau 49,2 persen dari pagu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian untuk dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terealisasi Rp95,23 triliun atau 82,9 persen dari pagu, insentif usaha sebesar Rp38,13 triliun atau 31,6 persen dari pagu, dan pembiayaan korporasi Rp2,001 triliun atau 3,2 persen dari pagu.
 
Pemerintah sebelumnya melakukan realokasi anggaran PEN untuk tahun ini. Namun perubahan ini tidak menambahkan ataupun mengurangi pagu alokasi yang tetap Rp695,2 triliun. Beberapa anggaran mengalami penyesuaian setelah dilakukan evaluasi.
 
Untuk anggaran kesehatan, jumlahnya meningkat jadi Rp97,26 triliun dari Rp87,55 triliun. Dalam anggaran kesehatan ini, pemerintah menetapkan cadangan program vaksinasi dan Perlinsos 2021 (SILPA 2020 yang di-earmark) sebesar Rp29,23 triliun.
 
Anggaran perlindungan sosial juga meningkat dari Rp203,9 triliun menjadi Rp234,33 triliun, sektoral K/L Pemda turun dari Rp106,11 triliun menjadi Rp65,97 triliun, dukungan UMKM juga turun menjadi Rp114,81 triliun dari Rp123,46 triliun.
 
Selanjutnya, anggaran pembiayaan korporasi naik dari Rp53,57 triliun menjadi Rp62,22 triliun, termasuk didalamnya tambahan PMN untuk PT Bio Farma. Insentif usaha menjadi satu-satunya yang tidak mengalami perubahan yaitu tetap Rp120,61 triliun.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif