Waspada Gerak Rupiah dengan Rencana Fed Rate Naik 2 Kali Lagi
Gedung Bank Sentral AS, The Fed. (FOTO: AFP)
Jakarta: Mantan Menteri Keuangan Indonesia sekaligus ekonom Chatib M Basri meminta investor mewaspadai rupiah terhadap rencana kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) dua kali lagi tahun ini. Bank sentral Amerika Serikat (AS) itu disebut-sebut akan lebih agresif dalam menjalankan normalisasi kebijakan moneter.

Menurut dia, kebijakan Fed ini akan membawa dampak keluarnya arus modal asing dari negara berkembang ke negara maju seperti AS. Jika itu terjadi maka dolar AS akan menguat sehingga berdampak terhadap mata uang negara lain termasuk rupiah yang akan melemah sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Guncangan keuangan dimulai dengan arus modal portofolio yang drastis yang mencari pengembalian yang lebih tinggi di emerging market. Tapi begitu Fed normalisasi kebijakan moneternya, arus modal mengalir kembali keluar lagi. Lebih baik waspada terhadap rupiah," tulis Chatib seperti dikutip dalam akun twitter resminya, Kamis, 14 Juni 2018.

Baca: The Fed Naikkan Suku Bunga Keduanya Tahun Ini

Sebelumnya, Fed menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin persentase, kenaikan suku bunga kedua tahun ini dan ketujuh sejak akhir 2015. Dengan demikian suku bunga Amerika Serikat (AS) sebesar 1,75 sampai dengan dua persen.

"Mengingat kondisi pasar kerja dan inflasi yang direalisasikan dan diharapkan, Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market) memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga," kata bank sentral dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir Xinhua.

Fed fund rate menunjukkan kemungkinan kenaikan pada Desember, yang akan mengikuti satu kemungkinan pada bulan September, naik menjadi 58 persen, menurut pasar. Itu naik dari sekitar 50 persen kemungkinan tercermin sebelum rilis pernyataan Fed dan proyeksi ekonomi.

Perkiraan median dalam dot plot ekspektasi pembuat kebijakan untuk suku bunga tahun ini naik dari 2,25 persen menjadi 2,5 persen, yang juga naik dari proyeksi median sebelumnya sebesar dua persen menjadi 2,25 persen. Kenaikan ini mengindikasikan dua kenaikan suku bunga kemungkinan terjadi tahun ini.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id