Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Gubernur BI: Fitch Akui Stabilitas dan Prospek Ekonomi RI

Ekonomi utang luar negeri Bank Indonesia Ekonomi Indonesia
Suci Sedya Utami • 10 Agustus 2020 22:06
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyambut baik afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil.
 
Menurut Perry, hal tersebut merupakan bentuk pengakuan Fitch atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga di tengah pandemi covid-19 yang menekan perekonomian global. Hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah.
 
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta terus bersinergi dengan Pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional," kata Perry dalam keterangan resmi, Senin, 10 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry mengatakan Indonesia telah mengambil berbagai kebijakan baik di sisi fiskal, moneter, maupun sistem keuangan secara berhati-hati dan terukur untuk mengatasi dampak covid-19 terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Dalam kaitan ini, berbagai indikator menunjukkan bahwa stabilitas makroekonomi masih terjaga sehingga turut mendukung ketahanan ekonomi nasional.
 
Inflasi pada Juli 2020 tercatat 1,54 persen (year on year) dan diperkirakan akan berada dalam kisaran sasaran inflasi tiga plus minus satu persen untuk keseluruhan 2020. Defisit transaksi berjalan triwulan II-2020 diprakirakan tetap rendah dan investasi portofolio asing kembali mencatat net inflows.
 
Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah secara point to point menguat 14,4 persen pada triwulan II-2020. Cadangan devisa pada akhir Juli 2020 meningkat menjadi USD135,1 miliar atau setara dengan pembiayaan 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif