Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Ekonomi Indonesia Masih Punya Harapan di Tengah Covid-19

Ekonomi bank indonesia Virus Korona ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 30 Mei 2020 08:32
Jakarta: Pandemi covid-19 yang meluas ke seluruh dunia menekan perekonomian global, termasuk Indonesia. Ekonomi global diperkirakan berkontraksi, sementara pertumbuhan ekonomi domestik diproyeksi melambat.
 
Menghadapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia (BI) menempuh respons bauran kebijakan untuk memitigasi risiko dampak covid-19 terhadap perekonomian, serta bersinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
 
Dalam intisari Laporan Kebijakan Moneter triwulan I-2020 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan meningkat di masa mendatang. Kondisi itu didorong perbaikan ekonomi dunia dan dampak positif stimulus kebijakan yang ditempuh.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam laporan tersebut disampaikan, pada triwulan I tahun ini pertumbuhan ekonomi di banyak negara memang mengalami penurunan tajam sejalan dengan meluasnya pandemi. Pertumbuhan ekonomi seperti di Tiongkok, Eropa, Jepang, Singapura, dan Filipina pun mengalami kontraksi.
 
Sementara pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) turun dalam menjadi 0,3 persen. Risiko resesi ekonomi global pada April 2020 tetap besar tercemin pada kontraksi berbagai indikator seperti kinerja sektor manufaktur dan jasa serta keyakinan konsumen dan bisnis.
 
"Pandemi covid-19 juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik. Ekonomi Indonesia triwulan I tumbuh 2,97 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,97 persen (yoy)," demikian bunyi laporan tersebut yang dikutip Sabtu, 30 Mei 2020.
 
Penurunan ini terutama berasal dari melambatnya ekspor jasa, khususnya pariwisata, konsumsi nonmakanan, dan investasi dengan sektor yang paling terdampak terjadi di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR), sektor industri pengolahan, sektor konstruksi dan subsektor transportasi.
 
Ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia tetap baik. Hal itu tercermin dari defisit transaksi berjalan triwulan I yang menurun menjadi 1,4 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dari 2,8 persen PDB pada triwulan IV-2019 dan cadangan devisa yang tetap besar.
 
Nilai tukar rupiah, kembali menguat April 2020 seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan terjaganya kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Inflasi tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian.
 
Selain itu, kondisi likuiditas perbankan tetap memadai dan mendukung berlanjutnya penurunan suku bunga. Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, kendati potensi risiko meluasnya penyebaran pandemi covid-19 perlu terus diantisipasi. Adapun BI menempuh berbagai respons kebijakan guna memitigasi risiko dampak covid-19 terhadap perekonomian.
 
"BI terus memperkuat seluruh instrumen bauran kebijakan untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, mendukung stabilitas sistem keuangan, dan pada saat yang sama mencegah penurunan kegiatan ekonomi lebih lanjut dengan berkoordinasi erat dengan Pemerintah, OJK, LPS dan otoritas terkait lain," jelas laporan tersebut.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif