Pertumbuhan Penerimaan Pajak September Tertinggi dalam 4 Tahun

Eko Nordiansyah 17 Oktober 2018 18:11 WIB
penerimaan pajak
Pertumbuhan Penerimaan Pajak September Tertinggi dalam 4 Tahun
Perpajakan (MI/ARYA MANGGALA).
Jakarta: Kementerian Keuangan mencatat pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 16,8 persen pada September 2018 merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Akhir September lalu, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp900,9 triliun atau 63,3 persen dari target APBN.

"Pertumbuhan penerimaan pajak pada bulan September adalah pertumbuhan paling tinggi dalam empat tahun terakhir," kata Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018.

Penerimaan pajak yang berasal dari PPh nonmigas mampu tumbuh sebesar 16,72 persen (yoy). Komponen utama penerimaan PPh masih tetap tumbuh, yang terdiri dari PPh 25/29 Badan tumbuh 25,04 persen, PPh 25/29 OP tumbuh 21,79 persen, dan PPh 22 Impor tumbuh 26,20 persen.

"Faktor yang mendorong tumbuhnya penerimaan komponen utama PPh tersebut antara lain meningkatnya aktivitas perdagangan internasional dan kinerja sektor usaha industri, perdagangan, pertambangan, dan pertanian serta meningkatnya kepatuhan Wajib Pajak OP," jelas dia.

Selain itu, penerimaan PPh Pasal 26 yang tercatat tumbuh sebesar 26,64 persen (yoy), akibat pengaruh depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika, juga menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong pertumbuhan penerimaan PPh nonmigas.

Dari sisi penerimaan PPh migas, tercatat realisasi penerimaannya mampu tumbuh secara signifikan sebesar 23,31 persen (yoy), didorong oleh faktor meningkatnya harga Indonesian Crude Price (ICP). Sementara itu, realisasi penerimaan PPN dan PPnBM hingga akhir September 2018 tumbuh 14,43 persen (yoy).

Faktor kinerja aktivitas impor dan pertumbuhan konsumsi dalam negeri, masih menjadi pendorong pertumbuhan penerimaan PPN Impor dan PPN DN, masing-masing sebesar 27,52 persen (yoy) dan 8,22 persen (yoy). Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih cukup kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

"Namun demikian, kinerja PPnBM DN hingga akhir September 2018 masih mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 5,96 persen (yoy). Di sisi lain, realisasi PPnBM Impor sudah mulai mengalami pertumbuhan yang positif sebesar 7,16 persen (yoy)," pungkasnya.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id