Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)

Darmin Prediksi Oktober Alami Inflasi

Ekonomi inflasi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 31 Oktober 2018 12:15
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menilai kondisi deflasi pada Agustus dan September tidak akan terulang di Oktober. Pasalnya, di Oktober diprediksi mengalami inflasi. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Agustus alami deflasi sebesar 0,05 persen dan September sebesar 0,18 persen.
 
"Dua bulan terakhir kan dia negatif (inflasinya). Ini mungkin tidak negatif lagi, sudah positif," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di temui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Oktober 2018.
 
Namun sayangnya, Darmin tidak menyebutkan angka pasti perkiraan inflasi Oktober dan hanya memberi sedikit bocoran bahwa angka inflasi terbilang kecil.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Ekonom Bahana Sekuritas Putera Satria Sambijantoro memperkirakan inflasi Oktober sebesar 0,11 persen (month to month) atau 2,99 persen (year on year). Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 0,17 persen (m-to-m) dan 3,05 persen (y-o-y).
 
Satria mengatakan inflasi Oktober disebabkan karena adanya sedikit kenaikan pada harga komoditas pangan seperti bawang merah dan cabai. Meski harga beras stabil dan harga ayam, namun telur dan daging mengalami penurunan.
 
"Inflasi inti dari tahun ke tahun kemungkinan besar juga akan stabil di 2,8 persen," ujar Satria.
 
Satria menggarisbawahi selama tiga tahun terakhir inflasi di kuartal empat mencapai titik terendah pada Oktober yakni rata-rata 0,02 persen. Sementara rata-rata November dan Desember masing-masing sebesar 0,29 persen dan 0,70 persen.
 
Dengan melihat historis inflasi tersebut maka kemungkinan November dan Desember inflasi akan lebih besar. Apalagi cuaca yang tidak dapat diprediksi dapat memengaruhi pasokan komoditas pangan. "Namun pada akhirnya inflasi sepanjang tahun masih akan sejalan dengan perkiraan kami sebesar 3,4 persen," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif