Proses Perizinan Perwakilan BI di Beijing Sudah Rampung
Deputi Gubernur BI Sugeng. (FOTO: ANTARA/Akbar Nugroho)
Beijing: Proses perizinan pendirian Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Beijing, Tiongkok, sudah selesai sehingga menunggu pengoperasian saja.

"Alhamdulillah, Pemerintah Tiongkok sudah memberikan izin (pendirian)," kata Deputi Gubernur BI Sugeng di Wisma Duta KBRI Beijing, Selasa malam, 15 Mei 2018, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 16 Mei 2018.

Kantor Perwakilan BI di Beijing melengkapi empat kantor perwakilan BI lainnya di luar negeri, yakni Tokyo, London, Singapura, dan New York yang sudah lebih dahulu berdiri. Ia berharap kantor perwakilan yang baru dibuka tersebut bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia.

"Oleh sebab itu, kami memohon bantuan kepada Bapak Dubes agar kantor kami di Beijing ini bisa memberikan banyak manfaat bagi rakyat Indonesia," kata Sugeng dalam pertemuan di Wisma Duta yang difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun itu.

Ia juga menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan assesment dalam upaya meningkatkan volume ekspor Indonesia ke Tiongkok.

"Kami telah lama menjalin kerja sama dengan 'People Bank of Cina' (PBOC/bank sentral Tiongkok). Mungkin dalam situasi saat ini, saat rupiah mengalami tekanan, kita bisa kerja sama dengan mereka untuk mengatasinya," katanya yang dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan Direktur Departemen Strategis dan Departemen Pemerintahan BI Arief Hartawan yang nantinya akan menjabat Kepala Perwakilan BI Beijing.

Baca: BI Buka Kantor Perwakilan di Beijing

Kedatangan Sugeng tersebut juga untuk memenuhi undangan Pemerintah Tiongkok dalam acara "Financial Summit".

"Pertemuan ini untuk membicarakan payment system. BI terus mengembangkan sistem ini. Dalam waktu singkat, empat bulan, hampir semua tol sudah menerapkan pembayaran nontunai," tutur dia.

Dubes Djauhari Oratmangun mengatakan bahwa pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang di Jakarta, Senin, 7 Mei 2018, telah menghasilkan banyak kesepakatan, salah satunya adalah dibukanya kesempatan ekspor bagi Indonesia ke daratan Tiongkok itu.

"Partner terbesar kita saat ini Tiongkok sekaligus salah satu penggerak ekonomi kita," tambah dia.

Menurut dia, Tiongkok akan terus meningkatkan investasinya ke Indonesia agar tidak kalah dengan dua negara lainnya dalam menanamkan modal terbesarnya di Indonesia, yakni Singapura dan Jepang.

"Komitmen PBOC dan AIIB (Bank Investasi Infrastruktur Asia) harus kita sambut dengan tangan terbuka," ujarnya.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360