Direktur Eksekutif DKEM Bank Indonesia Endy Dwi Tjahjana (tengah). Foto: Medcom.id/Angga Bratadharma.
Direktur Eksekutif DKEM Bank Indonesia Endy Dwi Tjahjana (tengah). Foto: Medcom.id/Angga Bratadharma.

BI Yakin Ekonomi Indonesia Kian Membaik di 2020

Ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Angga Bratadharma • 09 Desember 2019 09:42
Labuan Bajo: Bank Indonesia (BI) menyebutkan prospek ekonomi Indonesia secara keseluruhan di 2019 cukup baik dan diperkirakan terus membaik pada 2020. Dalam konteks ini, perbaikan ekonomi di Tanah Air diyakini bakal meningkat lebih tinggi dalam jangka menengah, seiring membaiknya kondisi perekonomian.
 
Direktur Eksekutif DKEM Bank Indonesia Endy Dwi Tjahjana mengatakan untuk Produk Domestik Bruto (PDB) di 2019 diperkirakan mencapai sekitar 5,1 persen dan di 2020 diramal mencapai kisaran 5,1 persen hingga 5,5 persen. Sedangkan inflasi di tahun ini diprediksi 3,1 persen dan di 2020 diramal mencapai tiga plus minus satu persen.
 
"Prospek ekonomi domestik kita sebagai negara berkembang terkait inflasi tiga persen bisa dikatakan sudah setara dengan negara lain. Kita harapkan bisa mengendalikan inflasi kedepannya," kata Endy, dalam Pelatihan Wartawan Bank Indonesia, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 9 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan itu, Endy memaparkan, Current Account Deficit di 2019 diprediksi 2,7 persen terhadap PDB dan di 2020 berada di kisaran 2,5-3,0 persen. Sedangkan pertumbuhan kredit diperkirakan sekitar delapan persen pada tahun ini dan 2020 di kisaran 10-12 persen. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar delapan persen pada 2019 dan 8-10 persen di 2020.
 
Di sisi lain, Endy menegaskan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Pada September 2019, lanjutnya, Indeks Stabilitas Sistem Keuangan (ISSK) dan Indeks Risiko Sistemik Perbankan (IRSP) tetap terjaga dalam zona normal didukung oleh kondisi pasar keuangan dan permodalan perbankan yang tinggi.
 
"Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada September 2019 tetap terjaga di level rendah yaitu 2,66 persen (gross) atau 1,18 persen (net)," tukasnya.
 
Lebih lanjut, masih kata Endy, transmisi kebijakan moneter terus berlanjut. Rerata tertimbang suku bunga deposito turun 12 bps dibandingkan dengan September 2019 sehingga tercatat 6,45 persen pada Oktober 2019. Kemudian suku bunga kredit mulai turun terutama pada kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing tercatat 10,04 persen dan 10,26 persen.
 
"Sementara itu, pertumbuhan kredit melambat dari 8,59 persen (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 7,89 persen (yoy) pada September 2019, terutama dipengaruhi permintaan kredit korporasi yang belum kuat," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif