Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Defisit APBN, Pemerintah Tarik Utang Lebih Besar

Ekonomi Kabinet Jokowi-Maruf
Desi Angriani • 24 Oktober 2019 20:17
Jakarta: Pemerintah berencana menarik utang lebih besar untuk menutup kemungkinan melebarnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Penarikan utang dengan mengombinasikan pembiayaan domestik dan internasional.
 
"Kita akan tetap kombinasikan domestik dan internasional," ujar Ani sapaannya di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Menkeu mengungkapkan pelebaran defisit anggaran karena tekanan dari penerimaan yang sangat besar terutama pada pelaku di sektor manufaktur. Ia pun sudah mengeluarkan Keputusan Menkeu terkait kemungkinan pelebaran defisit itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembiayaannya tidak terlalu besar, kami akan tetap kombinasikan domestik dan internasional," katanya.
 
Ani menambahkan suku bunga internasional sangat rendah. Hal ini akan menguntungkan pemerintah dalam mencari pembiayaan yang paling baik. "Suku bunga sangat rendah jadi ini akan memberikan opportunity kepada kita," pungkas mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.
 
Kemenkeu sebelumnya mencatat defisit APBN hingga 31 Agustus 2019 sebesar Rp199,1 triliun. Defisit tersebut karena belanja negara mencapai Rp2.461,1 triliun, sementara pendapatan hanya sebesar Rp1.189,3 triliun.
 
Defisit tersebut mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp150,5 triliun. Defisit pada periode itu hanya sebesar 1,02 persen terhadap PDB, atau jauh lebih rendah dari realisasi Agustus 2019.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif