Presiden Jokowi Buka Pameran Trade Expo 2018
Para pengunjung di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Tangerang: Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33, yang kembali digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang. Pameran perdagangan skala internasional terbesar di Indonesia ini akan dilaksanakan lima hari mulai 24 hingga 28 Oktober 2018.

Presiden Jokowi bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dijadwalkan membuka acara ini pada pukul 10.00 WIB di Gedung Nusantara, Rabu, 24 Oktober 2018. Gelaran pameran perdagangan internasional ini diinisiasi guna meningkatkan ekspor produk Tanah Air yang nantinya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional ke pasar dunia.

"Kita optimistis ajang tahunan TEI akan membuka perluasan pasar bagi produk-produk dalam negeri, sekaligus membawa keuntungan yang besar bagi negara kita," ujar Mendag Enggar, di Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

Pemerintah menargetkan terjadi nilai transaksi yang signifikan dalam pameran dagang kali ini. Potensi pendapatan dari aktivitas pembelian produk Indonesia ditargetkan mencapai USD1,5 miliar atau setara Rp22,3 triliun.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda menambahkan transaksi TEI tahun ini bakal lebih besar dibandingkan dengan target yang dibidik. Pada 2017, nilai transaksi selama acara berlangsung mencapai USD1,4 miliar atau melampaui target yang dipatok sebesar USD1,1 miliar. Nilai itu naik 37,36 persen dari 2016 sebesar USD1,02 miliar.

Menurut dia jumlah peserta yang berpartisipasi dalam TEI 2018 mencapai 1.100 peserta dengan jumlah pengunjung mencapai 28 ribu orang. Para peserta meliputi produsen, eksportir, serta pemasok produk dan jasa Indonesia yang ingin memperluas pasar melalui perdagangan dengan pembeli internasional yang akan hadir.

Dalam acara tersebut juga diserahkan Primaduta Award dan Primaniyarta Award kepada eksportir terbaik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada buyer yang telah mendapatkan verifikasi dari perwakilan RI di luar negeri, yaitu Atase Perdagangan, pejabat Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC), dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Sebanyak 300 produk dan jasa asli buatan anak bangsa turut dipamerkan dalam delapan katagori zona. Para pembeli dari mancanegara bakal didekatkan dengan potensi kuliner nusantara, produk kerajinan tangan dan gaya hidup, perabotan, produk dan layanan kreatif, produk manufaktur, produk industri strategis, produk makanan dan minuman, dan produk unggulan lokal.

"Kita ingin deklarasikan Indonesia penghasil produk berdaya saing, memberikan usaha pelaku global untuk kembangkan bisnis, dan produk di kancah perdagangan global," tutur Arlinda.

Gelaran TEI 2018 juga diharapkan dapat berkontribusi positif pada upaya pencapaian ekspor Indonesia yang tahun ini ditargetkan meningkat 11 persen dibandingkan dengan tahun lalu.  Pelaku usaha di Indonesia dipastikan bisa bertransaksi dengan mudah bersama pembeli dari lebih dari 65 negara pada saat acara berlangsung.

"Selain Amerika, Jepang dan Uni Eropa, negara-negara yang berpotensi menjadi mitra dagang nontradisional juga menjadi target seperi Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah dan Timur Tengah," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id