Ilustrasi - - Foto: AFP
Ilustrasi - - Foto: AFP

Rupiah Melemah Dipengaruhi Tekanan Global

Ekonomi rupiah bank indonesia rupiah melemah
Nia Deviyana • 08 Maret 2019 16:46
Jakarta: Gerak mata uang rupiah melemah pada pembukaan perdagangan pagi ini. Mengutip data Bloomberg, Jumat, 8 Maret 2019, rupiah tertekan ke level Rp14.221 per USD. Pada pembukaan pagi rupiah sempat berada di Rp14.224 per USD.
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut melemahnya mata uang Garuda dipengaruhi oleh sejumlah tekanan global.
 
"Dalam seminggu terakhir terjadi perkembangan di ekonomi global yang mendorong risk off terhadap sentimen di pasar keuangan global," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jumat, 8 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry menjabarkan salah satu yang mendorong penguatan dolar AS ialah stabilnya sektor manufakturing di negara adidaya tersebut. Hal ini tentu memberikan sentimen positif terhadap AS.
 
Sebaliknya Euro melemah lantaran pertumbuhan ekonomi di negara Eropa tengah mengalami perlambatan sehingga memperpanjang stimulus moneter.
 
"Jadi sekali lagi ini mendorong kuatnnya dolar terhadap mata uang dunia," jelas Perry.
 
Melemahnya nilai tukar rupiah juga disokong oleh kenaikan harga minyak dunia, di mana sanksi terhadap Venezuela membuat harga minyak di West Texas Intermediate (WTI) mengalami peningkatan di level USD56,32 per barel.
 
Berikutnya, pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi sejumlah kondisi geopolitik seperti tidak tercapainya kesepakatan antara AS dengan Korea Utara dan ketidakjelasan Brexit.
 
"Sehingga saya tekankan melemahnya nilai tukar rupiah lebih banyak karena faktor eksternal. Kalau faktor domestik semua bagus, inflasi rendah, aliran modal asing yang masuk meningkat, cadangan devisa cukup. Bahkan beberapa indikator memproyeksikan neraca perdagangan mengalamin surplus," pungkasnya.
 

 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif