Ilustrasi. (FOTO: MI/Susanto)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Susanto)

Pemilu 2019 Tak Picu Inflasi

Ekonomi inflasi pilpres 2019
Eko Nordiansyah • 04 Maret 2019 11:28
Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DKI Jakarta memperkirakan inflasi pada Maret 2019 akan terkendali. Pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) yang diselenggarakan serentak pada April 2019 disebut tidak akan memicu inflasi pada bulan-bulan mendatang.
 
"Pesta demokrasi tidak serta merta diikuti dengan permintaan masyarakat yang berlebih," kata Kepala Kantor BI Perwakilan DKI Jakarta Trisno Nugroho dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.
 
Dirinya menambahkan perkembangan harga di pasar serta bauran kebijakan pemerintah akan membuat inflasi tetap terkendali. Harga beras diprakirakan tetap stabil dengan kecenderungan menurun, seiring dengan mulai masuknya panen raya di beberapa daerah sentra.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berbagai kebijakan pemerintah dan perkembangan harga yang ada diperkirakan tetap mampu mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional di 2019 sebesar 3,5 plus minus satu persen," jelas dia.
 
Menurutnya, penguatan koordinasi bank sentral bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pangan dan Perum Bulog melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan selalu digalakkan. Langkah ini untuk memastikan tercapainya inflasi yang rendah dan stabil pada 2019.
 
Tak hanya itu, berbagai program TPID akan selalu diselaraskan dengan program-program kerja di Bank Indonesia dan masing-masing SKPD Pemerintah Provinsi, serta instansi terkait lainnya, terutama yang menyangkut ketahanan pangan dan kelancaran distribusi pangan.
 
"Koordinasi yang baik juga sangat diperlukan dalam sinkronisasi kebijakan, yang didukung dengan komitmen yang kuat dari berbagai pihak dalam menjalankan Roadmap Pengendalian Inflasi Jakarta. Tercapainya kestabilan inflasi akan mendorong pembangunan ekonomi Jakarta secara keseluruhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
 
BI KPw DKI Jakarta sebelumnya mencatat inflasi DKI Jakarta sebesar 0,26 persen pada Februari 2019. Capaian inflasi lebih tinggi dari capaian inflasi Januari 2019 sebesar 0,24 persen, nasional yang deflasi 0,08 persen, dan rata-rata inflasi pada Februari tiga tahun sebelumnya sebesar 0,21 persen.
 
Inflasi disumbangkan oleh kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, yang mengalami inflasi 0,56 persen. Harga sewa dan kontrak rumah di Jakarta mengalami kenaikan, seiring penyesuaian harga tahunan oleh pelaku usaha. Ini berbeda dengan 2018, yang pada dua bulan pertama tidak mengalami kenaikan harga.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif