Illustrasi (Dok : AFP).
Illustrasi (Dok : AFP).

Darmin Pastikan Shutdown AS Tak Pengaruhi Indonesia

Ekonomi amerika serikat indonesia-as
Ilham wibowo • 27 Desember 2018 19:57
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan penutupan (shutdown) pemerintahan Amerika Serikat (AS) tak berdampak negatif kepada Indonesia.
 
"Ya enggak ada apa-apa (dampaknya). Itu main politik saja mereka," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Pemerintah Indonesia tak akan mengambil langkah apapun menyikapi hal ini. Meski demikian, Darmin mengaku tetap memantau perkembangan pemerintahan AS yang kini tengah memanas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situasi di AS ini muncul lantaran proposal pengajuan dana Presiden Donald Trump untuk membangun tembok perbatasan menemui ganjalan. Di sisi lain, pemimpin minoritas Partai Demokrat di DPR AS Nancy Pelosi sengaja menghentikan upaya negosiasi.
 
"Buat kita tidak ada apa-apa urusannya, itukan hanya keluarkan dana buat bangun tembok, mau atau enggak," ucap Darmin.
 
Direktur Riset Center Of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah juga menyebut penutupan pemerintahan (AS) diprediksi tak banyak berdampak kepada Indonesia. Pasalnya shutdown pemerintahan AS bukan yang pertama kalinya terjadi, dan dampaknya hanya bersifat sementara.
 
Pemerintahan Barack Obama maupun Donald Trump juga sudah pernah mengalami shutdown. Menurut dia, hal ini hanya permasalahan domestik khususnya di administrasi pemerintahan AS saja.
 
"Biasanya hanya temporer. Tidak akan lebih dari tiga bulan. Akan selalu ada kesepakatan setelahnya," kata Piter.
 
Dikarenakan sifatnya sebagai masalah domestik, dirinya menambahkan, shutdown pemerintahan AS tidak banyak berpengaruh terhadap persoalan global. Begitu pula bagi Indonesia, yang menurut Piter, perekonomiannya lebih banyak berhubungan dengan Tiongkok.
 
"Dengan pertimbangan itu dampaknya akan minimal ke global terutama ke Indonesia. Amerika Serikat (AS) bukan pasar utamanya Indonesia. Ekonomi Indonesia lebih terhubung ke Tiongkok," jelas dia.
 
Sementara di pasar keuangan, dampak penutupan pemerintahan AS juga akan sedikit. Apalagi pergerakan di pasar keuangan lebih banyak dipengaruhi oleh fundamental, teknikal serta sentimen yang ada.
 
"Saya memproyeksikan pasar cukup menyadari shutdown ini akan bersifat temporer dan tidak akan merespons secara signifikan," pungkasnya.
 
Shutdown pemerintahan AS disebabkan karena Partai Demokrat menolak Trump yang meminta dana USD5 miliar sekitar Rp72,7 triliun untuk pembangunan tembok di perbatasan AS dan Meksiko yang menurut Trump dapat mencegah masuknya imigran ilegal serta obat-obatan berbahaya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif