Ilustrasi kenaikan inflasi - - Foto: Medcom
Ilustrasi kenaikan inflasi - - Foto: Medcom

Ekonomi Membaik, Inflasi Mulai Meroket

Ekonomi Inflasi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Fetry Wuryasti • 10 Mei 2022 13:10
Jakarta: Tingkat pertumbuhan ekonomi I-2022 yang sebesar 5,01 persen menandakan bahwa aktivitas ekonomi menapaki jalur yang benar.
 
Jika dibandingkan dengan PDB pra-pandemi, angka PDB kuartal I-2022 ini sudah mampu menembus level pra-pandemi yang sebesar 2,97 persen pada kuartal I-2020.
 
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan wajar saja jika inflasi ikut meningkat dengan terus membaiknya ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlebih, momentum Ramadan dan Lebaran mendorong kenaikan konsumsi yang membawa tingkat inflasi secara bulanan naik sebesar 0,95 persen, tercermin dari sektor makanan dan minuman dan tembakau serta sektor transportasi sebagai pemberat utamanya.
 
Namun, secara tahunan pada April 2022, angkanya sudah mencapai 3,47 persen. Tingkat inflasi yang naik cukup signifikan memberikan gambaran bahwa konsumsi masyarakat telah pulih. Namun hal tersebut juga memberikan kekhawatiran mengenai tekanan daya beli.

 
"Lompatan cukup tinggi terjadi pada tingkat inflasi Indonesia yang naik hampir mendekati target BI yang sebesar empat persen, menuai pertanyaan akankah BI menaikkan suku bunga pada bulan ini," katanya dalam keterangan resminya, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Jika ditelaah lebih lanjut, aktivitas mudik di saat pandemi seperti sekarang ini berisiko mengangkat kembali kasus harian yang memang bisa terlihat dalam tiga minggu ke depan. Hal ini juga dapat menjadi pertimbangan BI yang juga perlu melihat situasi yang mendukung.
 
Sebab kenaikan suku bunga tentunya membuat beban masyarakat kembali meningkat dalam melakukan pembiayaan baik sifatnya produktif maupun konsumtif, baik yang jangka panjang maupun jangka pendek.
 
Walaupun pasar keuangan akan kembali menarik sebagai safe haven, namun tetap saja pemerintah akan memprioritaskan stabilitas untuk mendukung pergerakan ekonomi dalam menentukan kebijakan. Namun, kenaikan suku bunga 25 bps hampir pasti terjadi di tahun ini.

 
"Pertanyaan berikutnya, akan berapa kali terjadi kenaikan. Kami melihat tahun ini bisa menjadi dua kali ke level empat persen suku bunga BI 2022," terang dia.
 
Dengan The Fed yang mengumumkan untuk menaikkan suku bunga lebih agresif sebesar 50 bps dan data inflasi dalam negeri yang sudah hampir dekat dengan target, ini dapat menggerakkan BI untuk mengambil langkah dengan mempertimbangkan situasi yang ada.
 
Sebab terkait dengan spread suku bunganya yang apabila semakin kecil dengan The Fed sebagai negara maju dengan sovereign rating AAA, tentu akan mampu menarik dana asing kembali ke AS dibandingkan Indonesia yang memiliki sovereign rating BBB.
 
Sehingga, penyesuaian kebijakan perlu mendapat perhatian lebih karena hal ini akan menyebabkan potensi capital outflow semakin besar, yang tentu akan menaikkan volatilitas pasar, dan mengganggu stabilitas yang terjadi saat ini.
 
Namun tentu saja, prioritas yang akan dimenangkan adalah untuk mengatasi masalah inflasi tersebut yang dimana sudah hampir sama levelnya dengan tingkat suku bunga.

 
Saat ini dana asing yang keluar dari Indonesia mencapai Rp2,59 triliun secara harian yang juga berkontribusi terhadap pelemahan IHSG hingga tembus turun ke bawah level 7.000 dengan penurunan sebesar -4,42 persen.
 
Demikian halnya tekanan di pasar obligasi yang tercermin dari yield obligasi acuan yang sudah berada di atas level tujuh persen. Namun, diperkirakan tekanan tersebut hanya bersifat jangka pendek untuk pasar saham sambil berharap datangnya katalis pendukung lainnya untuk kembali perform.
 
"Pasar modal memang seolah sedang dibombardir, hanya saja data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik serta penurunan tingkat pengangguran menjadi 5,83 persen dari 6,26 persen, setidaknya masih ada penahan agar performa IHSG tidak turun lebih dalam," kata Nico.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif