NEWSTICKER
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Ada Insentif, Sri Mulyani Minta Bahlil Lebih Banyak Tarik Investasi

Ekonomi investasi bkpm
Eko Nordiansyah • 17 Februari 2020 13:21
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut berbagai insentif untuk menarik investasi sudah diberikan oleh pemerintah. Sekarang tinggal bagaimana Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia berupaya mengajak investor untuk berinvestasi di Indonesia.
 
Menurut Sri Mulyani, saat ini pemerintah memberikan berbagai insentif seperti tax holiday, tax allowance, hingga super deduction untuk menarik investasi. Bahkan saat ini ada 18 sektor yang dijanjikan mendapat tax holiday, yang bisa diurus langsung oleh para investor saat pengajuan izin ke BKPM.
 
"Sekarang bolanya ada di tempat Pak Bahlil, kami berharap tentu bisa langsung mencetak gol (mencapai target investasi) setelahnya," kata dia di Gedung BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bukan hanya insentif pajak, beberapa insentif lain yang diberikan pemerintah adalah insentif bea impor yang diberikan bagi perusahaan yang investasi di kawasan khusus seperti Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
 
"Kita juga memberi dukungan (insentif) bagi free trade zone, serta memberikan fasilitas bagi area industri. Pemerintah juga memberi insentif bagi industri yang memiliki nilai tambah dan mempercepat restitusi perpajakan," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, perekonomian global tahun ini memang masih akan dipenuhi oleh ketidakpastian. Namun dengan berbagai upaya yang diberikan kepada pemerintah diharapkan pertumbuhan investasi bisa lebih baik dari kuartal IV tahun lalu.
 
"Ini yang harus kita perhatikan dengan sangat hati-hati. Untuk investasi, Pak Bahlil tentu perlu bekerja lebih keras lagi, karena pertumbuhan investasi di kuartal IV-2019 cukup lemah hanya 4,06 persen. Ini lebih rendah dari apa yang kita harapkan bahwa investasi itu bisa tumbuh di atas enam persen," pungkasnya.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif