Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Menkeu Cermati Dampak Penguatan Rupiah ke APBN

Ekonomi apbn kurs rupiah
Desi Angriani • 08 Januari 2019 12:57
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mencermati dampak penguatan nilai tukar rupiah terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Pasalnya, mata uang Garuda semakin menunjukkan taringnya hingga sempat menyentuh level Rp13.990 per USD.

"Instrumen APBN adalah instrumen untuk mengelola perekonomian, tidak hanya pengaruhnya ke APBN, tapi ke mengelola perekonomian," ujar Ani sapaannya di Hotel Ritz-Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Menurutnya dinamika pergerakan nilai tukar tak hanya dicermati terhadap APBN. Namun dampaknya terhadap pengelolaan perekonomian secara keseluruhan. Misalnya, pengaruh nilai tukar ke masyarakat, industri khususnya manufaktur, industri yang bergantung pada sumber daya alam (SDA), pertumbuhan ekonomi dunia hingga perang dagang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Nanti kita lihat, dinamika dari keseluruhan faktor ekonomi akan menjadi salah satu bagian yang harus kita terus kelola," tegasnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, rupiah masih berada di bawah nilai fundamentalnya. Artinya, rupiah masih bisa terus menguat.

"Itu masih undervalue, masih bisa menguat lebih lanjut, iya, tapi enggak otomatis," imbuh dia.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level Rp13.990 per USD meski kembali ke kisaran Rp14.000 per USD.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi