Penguatan Rupiah jadi Sinyal Positif Ekonomi Indonesia

Eko Nordiansyah 08 November 2018 17:05 WIB
ekonomi indonesia
Penguatan Rupiah jadi Sinyal Positif Ekonomi Indonesia
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.
Jakarta: Pemerintah menilai penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Apalagi penguatan rupiah juga didukung oleh kondisi makro ekonomi yang cukup baik sampai dengan kuartal III-2018.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mencontohkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 yang mencapai 5,17 persen. Ekonomi yang tetap tumbuh dan bertahan di tengah tekanan global dinilai cukup bagus dibandingkan negara lain.

"Mudah-mudahan ini sentimen penguatan rupiah akan terjaga. Walaupun dengan kondisi global begini kan dinamikanya, volatilitasnya kan sangat tinggi sekali untuk nilai tukar," kata dia ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 8 November 2018.

Dirinya berharap defisit neraca berjalan yang akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) masih sesuai harapan pemerintah. Jika bisa dicapai, maka Susiwijono meyakini fundamental ekonomi Indonesia akan lebih kuat lagi, ditambah kondisi makro ekonomi yang tetap terjaga.

"Bahkan hari ini atau kemarin, penguatan rupiah merupakan yang paling tinggi sehingga kita paling kuat menguat dibandingkan valas yang lain terhadap dolar. Saya kira ini signal yang cukup bagus," jelas dia.

Melansir Bloomberg, rupiah berada pada level Rp14.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat dibandingkan dengan pembukaan perdagangan yaitu di level Rp14.613 per USD, serta penutupan perdagangan kemarin yang berada di level Rp14.590 per USD.


 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id