Rupiah Masih Berpotensi Menguat
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Jakarta: Rupiah diprediksi masih berpotensi menguat karena fundamental ekonomi Indonesia semakin membaik. Bank Indonesia (BI) pun terus melakukan langkah-langkah pre-emptive.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi tinggi, current account deficit (CAD) terkendali, serta neraca perdagangan surplus membuat potensi rupiah kembali menguat.

"Intinya, rupiah masih ada potensi menguat," kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Bank Indonesia, kata Perry, berkomitmen untuk menggunakan seluruh instrumen yang dimiliki dan berfokus pada kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

"Berbagai kebijakan yang kita tempuh Alhamdulillah memberikan suatu confidence ke pasar dan juga membuat imbal hasil pasar keuangan indonesia khususnya SBN (Surat Berharga Negara) itu berdaya saing," jelas dia.

Mengutip investing.com, selama satu bulan ini rupiah terus mengalami penguatan. Selama satu bulan sejak 13 Juni-13 Juli 2018, level rupiah tertinggi berada di Rp14.460 per USD dan level terendah sebesar Rp13.930 per USD. Adapun rupiah rata-rata berada di level Rp14.991,6 per USD.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id