Darmin: Perbankan Tidak Otomatis Naikkan Suku Bunga Kredit
Menko Perekonomian Darmin Nasution (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan kenaikan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate tak serta merta langsung diikuti oleh melambungnya suku bunga kredit atau pinjaman. Hal ini lantaran industri perbankan perlu waktu untuk menyesuaikan situasi dan kondisi agar tidak memberatkan nasabah.

"Enggak otomatis naik juga tingkat suku bunga kredit. Kalaupun naik enggak proporsional lah. (Suku bunga acuan) naik 0,25 persen, yang sana (kredit) juga enggak harus naik 0,25 persen," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution, di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Mei 2018.

Bahkan, lanjut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, pemerintah juga akan meyakinkan agar industri perbankan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga pinjaman. Hal ini sejalan dengan Net Interest Margin (NIM) perbankan Indonesia yang masih cukup besar jika dibandingkan dengan negara tetangga.

Menurut Darmin, industri perbankan di Tanah Air telah mengambil keuntungan yang besar selama ini. Apalagi, beberapa sektor yang berpotensi mengalami kredit macet seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mendapatkan jaminan dari pemerintah. Artinya, tidak ada alasan untuk perbankan menaikkan suku bunga kredit dalam waktu cepat.

Hal senada dikatakan Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri Andri Asmoro. Dirinya memperkirakan industri perbankan Tanah Air tidak langsung merespons secara cepat langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps).

Andri mengatakan ada dua hal yang masih dihadapi oleh perbankan saat ini. Pertama adalah rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan yang masih jadi kendala meski sudah relatif rendah dibandingkan dengan sebelumnya.

Kedua dari sisi likuiditas. Industri perbankan tidak mengalami kendala yang berarti dalam hal likuiditas karena cukup tersedia. Dengan demikian, perbankan tidak perlu segera menaikkan suku bunga simpanan demi menggenjot Dana Pihak Ketiga (DPK).

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id