Direktur Utama BRI Sunarso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Direktur Utama BRI Sunarso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Bankir Harap BI Turunkan Kembali Suku Bunga Acuan

Ekonomi bank indonesia suku bunga bri
Annisa ayu artanti • 24 Oktober 2019 13:04
Jakarta: Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI Sunarso berharap dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) siang ini memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI 7Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR).
 
Sunarso menambahkan penurunan suku bunga acuan BI akan memberikan dampak positif bagi pasar, terutama untuk sektor perbankan agar lebih ekspansif dalam menyalurkan kredit di saat likuiditas perbankan masih cukup ketat. Saat ini posisi suku bunga acuan BI berada di level 5,25 persen.
 
"Kalau suku bunga acuan turun saya pikir bagus untuk market, karena kami melihatnya bahwa sebenarnya sekarang ini pricing-nya turun, tetapi kami mengahadapi kenyataan bahwa LDR (industri) masih di atas 90 persen," kata Sunarso, saat ditemui usai konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, ia menambahkan, industri perbankan berharap penurunan suku bunga acuan BI dilanjutkan dengan relaksasi-relaksasi kebijakan yang lain supaya lebih akomodatif. "Maka dengan penurunan suku bunga acuan diharapkan ada relaksasi-relaksasi nanti," ucap dia.
 
Sebelumnya, pada RDG BI periode September 2019 BI memutuskan untuk menurunkan BI 7Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.
 
Kebijakan penurunan lanjutan diprakiraan karena melihat inflasi yang tetap rendah di bawah titik tengah sasaran dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik, serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif