Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani - - Foto : MI/Erlangga
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani - - Foto : MI/Erlangga

Sri Mulyani Berharap Ekonomi RI Tumbuh di Atas 0%

Ekonomi pertumbuhan ekonomi sri mulyani ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 03 Juni 2020 19:44
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap ekonomi Indonesia tahun ini bisa tetap tumbuh di atas nol persen. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan berbagai stimulus untuk meredam dampak pandemi covid-19.
 
Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi antara minus 0,4 persen hingga 2,3 persen. Meski begitu, ia menyebut ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi akan masuk dalam skenario yang lebih rendah dari skenario berat.
 
"Artinya lebih rendah dari 2,3 persen namun dengan stimulus ini kita berharap bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di atas nol persen," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya pemerintah tak mau terlalu ambisius untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 2020. Terlebih tekanan ekonomi imbas covid-19 akan lebih terasa di kuartal II akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
"Artinya mendekati bahkan satu persen atau di 2,3 persen, meskipun (untuk mencapai) di 2,3 persen menjadi lebih berat karena kuartal II akan sangat turun karena PSBB yang meluas," ungkap dia.
 
Bank Dunia sebelumnya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat ke level nol persen atau tidak tumbuh tahun ini akibat dampak pandemi covid-19. Prediksi tersebut merupakan imbas dari perekonomian global yang melambat, baik di negara maju maupun berkembang.
 
Sementara untuk meredam dampak pandemi ini, pemerintah menambah alokasi anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) menjadi Rp677,2 triliun atau naik sebesar Rp30,03 triliun dari sebelumnya Rp641,17 triliun.
 
Anggaran tersebut akan digunakan untuk penanganan covid-19 di bidang kesehatan, memberikan jaring pengaman sosial bagi masyarakat, serta memberikan stimulus bagi dunia usaha, usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), dan BUMN untuk kembali menjalankan perekonomian.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif