Iilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Iilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Dana APBD Rp67,8 Triliun Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

Ekonomi anggaran apbd virus corona
Eko Nordiansyah • 03 Juni 2020 12:08
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat ada Rp67,8 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialihkan untuk mendukung akselerasi penanganan pandemi virus korona (covid-19). Anggaran ini sekaligus memitigasi dampak sosial ekonomi akibat covid-19 di daerah.
 
"Ini yang bisa digunakan untuk tiga jenis belanja, yaitu kesehatan, jaring pengaman sosial, dan penanganan dampak ekonomi," kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti dalam video conference di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Realokasi anggaran ini rencananya akan digunakan untuk penanganan di bidang kesehatan sebesar Rp28,93 triliun, jaring pengaman sosial sebesar Rp21,71 triliun, dan penanganan dampak ekonomi sebesar Rp17,17 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah daerah memang diwajibkan untuk menyampaikan laporan penyesuaian APBD untuk penanganan covid-19. Ini sesuai Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan 117/KMK.07/2020 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.07/2020.
 
Tercatat ada 530 daerah yang teah menyampaikan laporan penyesuaian APBD, dengan 12 daerah belum menyampaikan laporannya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 489 daerah yang laporan APBD-nya telah sesuai SKB Mendagri dan Menkeu maupun PMK Nomor 35/2020.
 
Dalam penyesuaian ini, pemenuhan rasionalisasi belanjan barang/jasa dan belanja modal dengan relaksasi minimal 35 persen dari ketentuan sebelumnya dalam SKB sebesar 50 persen. Meski begitu, Kemenkeu juga mempertimbangkan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) imbas covid-19.
 
Sementara itu, ada 53 daerah yang masih dikenakan sanksi penundaan dana alokasi umum (DAU). Sanksi penundaan sebesar 35 persen, bukan 100 persen dikarenakan daerah-daerah tersebut belum melaporkan APBD-nya, serta ada juga yang telah melaporkan namun belum sesuai ketentuan.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif