NEWSTICKER
Direktur Utama BRI Sunarso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Direktur Utama BRI Sunarso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Bos BRI Optimistis Omnibus Law Tangkal Virus Korona

Ekonomi Virus Korona bri ekonomi indonesia Omnibus Law
Annisa ayu artanti • 18 Februari 2020 22:04
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) optimistis omnibus law dan kebijakan fiskal yang diterbitkan pemerintah dapat menangkal dampak perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus korona.
 
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan penyebaran virus korona akan memengaruhi situasi global. Hal ini tentu akan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang ujungnya berimbas pada kinerja perseroan. Namun pengaruh eksternal tersebut diyakini tidak terlalu signifikan bagi perusahaan karena pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan.
 
"Tapi secara domestik kita sudah lihat bahwa mungkin dengan omnibus law, kebijakan fiskal yang akomodatif dan kebijakan bank sentral, sangat support terhadap pertumbuhan," kata Sunarso di Gedung BRI, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan perusahaan menargetkan pertumbuhan kredit berkisar 10 sampai 12 persen, simpanan dana pihak ketiga sebesar 10 sampai 12 persen.
 
"Kami merencanakan tahun ini untuk pertumbuhan kredit 10-12 persen. Simpanan DPK 10-12 persen," sebut dia.
 
Lebih lanjut, BRI tetap menargetkan pertumbuhan laba sebesar 10 sampai 11 persen tahun ini. Adapun perbankan pelat merah berkode BBRI ini mencatat laba sepanjang 2019 sebesar Rp34,4 triliun.
 
Kemudian rasio yang mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau LDR (Loan to Deposits Ratio) pada 2020 sebesar 89 sampai 90 persen. "Demikian juga laba 10-11 persen. LDR 89-90 persen," ucapnya.
 
Selain vitamin dari pemerintah, Sunarso menyebut pihaknya akan meningkatkan manajemen risiko berupa pembentukan cadangan kerugian nilai dengan implementasi baru PSAK 71 dan meningkatkan kemampuan menghimpun laba.

 
"Pengaruh (perlambatan ekonomi global) pasti ada, tapi kita sudah sering menghadapi situasi yang turbulance bahkan volatile yang seperti ini, maka risk management kita dibuat untuk mengkover itu, antara lain dengan PSAK 71 dan kemampuan kami untuk menghimpun laba dan mengalokasikan cadangan. Cadangan kita cukup kuat untuk mengcover pertumbuhan," tutup dia.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif