Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Bahlil: Investor Tak Perlu Beli Lahan

Ekonomi bkpm investasi asing
Antara • 29 Juni 2020 09:09
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia telah menyiapkan konsep baru dengan investor tidak perlu membeli lahan. Terutama untuk investasi kawasan industri di Batang, Jawa Tengah, yang akan segera diresmikan.
 
"Kami akan meresmikan kawasan industri di Batang. Ini ada 4.500 hektare (ha) tanah kita siapkan, seluruh investor yang masuk tidak perlu beli tanah. Dia sewa dalam waktu panjang bekerja sama dengan BUMN," katanya dalam sebuah webinar, dikutip dari Antara, Senin, 29 Juni 2020.
 
Menurut Bahlil, konsep tersebut merupakan konsep baru yang disiapkan untuk memudahkan dan meyakinkan investor masuk ke Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Ketua Umum Hipmi itu juga mengungkapkan dalam diskusinya dengan Presiden Jokowi, masalah tanah menjadi salah satu alasan investor lebih memilih Vietnam daripada Indonesia untuk berinvestasi. Alasan lain, tentunya masalah regulasi di Indonesia yang berbelit-belit.
 
"Tanah di Vietnam disiapkan oleh negara atau dia (investor) sewa jangka panjang atau dibayar maksimal Rp1,2 juta per meter. Di Indonesia, satu meter tanah bisa sampai Rp3,9 juta. Lama-lama saya bilang, 'Ini bukan kawasan industri, tapi kawasan industri tanah'," tegasnya.
 
Sebelumnya, Bahlil menjelaskan alasan digesernya pengembangan kawasan industri di Brebes ke Batang, Jawa Tengah, yang disiapkan untuk menarik pengusaha asal Jepang, Korea Selatan, dan AS merelokasi pabriknya ke Indonesia.
 
Kawasan industri di Batang dinilai lebih siap untuk bisa ditawarkan kepada investor yang akan merelokasi pabrik dari Tiongkok.
 
Proses pembebasan lahan di Batang pun dinilai akan lebih cepat karena tanahnya yang milik PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN, dan Menteri BUMN juga telah berkomunikasi mengenai hal tersebut.
 
Bahlil menambahkan karena lahan milik BUMN, maka investor bisa bekerja sama dengan menyewa lahan sehingga modal lahan lebih rendah daripada harus membeli.
 
"Dengan begitu kita bisa bersaing dengan Vietnam (soal harga lahan). Jadi yang di Brebes tidak dibatalkan. Memang aturannya keduanya ada. Tapi jangka pendek kita hajar di Batang, jangka panjangnya di Brebes. Lagipula arealnya hanya beda satu jam saja," ujarnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif